Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Agustus 2017

Nikmatnya Sepincuk Pecel Semanggi

23.49 1 Comments
Kalau ditanya apa sih makanan yang khas dari Kendal? Hmmm, apa ya, saya juga bingung. Eh tapi ada makanan yang selalu tersaji saat ada acara gelar seni budaya Kabupaten Kendal di TMII Jakarta setiap tahun, yaitu pecel semanggi. Beda dengan pecel semanggi khas Surabaya yang penyajiannya ditambah sayuran lain plus kerupuk puli, yang ini tanpa tambahan sayuran lain.


Oh, ya, semanggi itu tanaman yang biasanya tumbuh di sawah atau tempat lembab lainnya. Bentuknya unik, seperti tiga hati yang dijadikan satu. Cara membuat pecel semanggi sama dengan membuat pecel sayuran lainnya. Yaitu direbus lalu disiram dengan bumbu kacang. Ada tambahan khusus untuk bumbu pecel khas Kendal, yaitu ditambah ubi jalar rebus.

Sebagai pelengkap, pecel semanggi dimakan bersama sate keong alias siput sawah alias tutut. Cara membuat sate keong juga sederhana. Keong sawah direbus dan dilepaskan dari cangkangnya. Tumis cabe, bawang merah, dan bawang putih sampai harum. Tambahkan lengkuas dan daun salam. Masukkan keong rebus, masak sampai matang. Jangan lupa tambahkan gula dan garam. Setelah matang tusuk di lidi biar seperti sate.

Saya baru tahu kalau semanggi itu kandungan zat besinya tinggi. Dan bukan hanya enak tapi kaya manfaat seperti menurunkan tensi, memperlancar haid, mengobati hepatitis, flu, radang tenggorokan, dan diare.

Ada seorang Ibu yang sangat konsisten jualan pecel semanggi sejak dulu. Saya kadang heran, bagaimana Ibu itu bisa mendapatkan semanggi setiap hari. Kalau musim hujan nggak masalah, lha kalau musim kemarau? Katanya sih, ada yang nyetori semanggi saat kemarau. Nyarinya sampai pelosok Kabupaten Kendal lho. Wow...



Bagi yang penasaran dengan kelezatan pecel semanggi khas Kendal, Anda bisa menemukan penjualnya di Taman Garuda saat Ahad pagi. Tepatnya di dekat pintu masuk Bank Jateng, Kendal. Di hari lain, Ibu itu jualan di Pasar Kendal. Dengan membayar 5 ribu, Anda bisa mendapatkan sepincuk pecel semanggi plus 1 tusuk sate keong.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia


Kamis, 03 Agustus 2017

Taman Gajah Mada, Siang Itu

15.22 8 Comments
Ahhh, satu lagi ruang terbuka hijau dibangun di Kota Kendal tercinta. Namanya Taman Gajah Mada, letaknya di Jalan Karang Kembang, di belakang Kantor Kelurahan Karangsari, tepatnya. Bagi orang Kendal angkatan lama seperti saya, pasti ingat, beberapa puluh tahun lalu ada Gedung Bioskop Gajah Mada di sekitar lokasi itu. Upss...ketahuan kalo saya angkatan 45 * buru-buru umpetin KTP.

Saya pribadi belum pernah menginjakkan kaki ke sana. Sampai akhirnya teman-teman dari Komunitas Kendal Crafter yang saya dirikan, ngajak ngadain pertemuan bulanan di sana. Mungkin mereka mulai bosan, kok pertemuan bulanan di dalam rumah terus. Sekali-sekali di tempat terbuka dong, Mak. Oke...oke...sebagai Emak yang baik saya turuti keinginan teman-teman kesayangan.

Akhirnya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Kita janjian ketemuan jam 10, saat matahari lagi terik- teriknya. Ada 3 buah gazebo di taman itu yang cukup buat ngumpul 20 orang. Eh, ada yang bela-belain datang lebih awal demi dapetin gazebo. Ah, makasih banget ya, Mbak-mbak Cantik. Akhirnya kita bisa dapetin tempat buat rumpi-rumpi cantik.

Jelang jam 11 semua dah pada ngumpul. Acara pun dimulai, dimulai dari yang agak serius sampai akhirnya yang bikin ketawa bahagia. Pertemuan bulanan bagi kami adalah sarana refreshing dari kegiatan harian rutin selama sebulan. Ada yang berprofesi sebagai guru, paramedis, ada yang full ngecraft, ada juga yang serabutan kayak saya, hehehe...Saat ketemu inilah kita bisa ngobrol soal craft dari A sampai Z. Seru pokoknya.







Kali ini saya nggak akan membahas acara itu karena sudah saya posting di tempat lain. Saya hanya ingin sedikit membahas tentang Taman Gajah Mada itu. Inilah fakta tentang Taman Gajah Mada versi kaca mata saya:
1. Tempatnya panas karena pohonnya belum tinggi-tinggi, maklum kan baru dibuat tahun 2015
2. Sering dipakai buat pacaran anak-anak muda. Ini siang hari lho, gimana kalo malam hari ya
3. PKL di seberang taman tidak tertata rapi. Bangunan warung yang mereka buat terkesan asal-asalan
4. Dulu di awal berdiri ada fasilitas wifi, sekarang nggak ada
5. Jalan masuk menuju ke sana masih kurang mulus

Himbauan saya, buat warga Kendal yang menikmati Taman Gajah Mada, yuk bareng-bareng kita jaga semua fasilitas yang ada. Kalo buat Penda, tolong dirawat terus ya...Jangan sampai nasibnya sama dengan Taman Kali Reyeng yang dulu bagus sekarang seperti nggak terurus. Rumputnya tinggi-tinggi, beberapa bangunan rusak, dan sering dipakai untuk pacaran kalo malam. Naudzubillah, tidak akan berkah tempat yang dipakai buat begituan.


#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Senin, 24 Juli 2017

Bazar Bareng KC di Festival Produk Unggulan Daerah

12.18 0 Comments
Jelang hari ulang tahun kota Kendal ke-412, Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kendal mengadakan acara Festival Produk Unggulan Daerah. Acara berlangsung mulai tanggal 21-23 Juli 2017, di lapangan alun-alun Kendal. Selama 3 hari itu banyak kegiatan yg diadakan panitia, diantaranya donor darah, bazar produk UMKM Kendal, lomba business plan, lomba mewarnai batik untuk anak Paud, dan lomba senam aerobik.


Sebagai anggota Paguyuban UMKM Kendal, saya mendapat tawaran untuk mengisi bazar. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu, saya langsung mengumumkan di grup komunitas yang saya dirikan, Kendal Crafter (KC). Maka bersama teman-teman KC, kami pun menyiapkan hasil kreasi tangan kami sekaligus perlengkapan bazar.

Oh ya, selama satu tahun terakhir, kami tidak pernah mengikuti bazar, terutama yang disponsori pihak Pemda. Bahkan tahun 2017 ini kami tidak ikut Inacraft seperti 2 tahun sebelumnya. Entahlah, sejak pergantian Bupati, juga kepala dinas dan kepala bidang, kami tidak pernah dicolek untuk ikut bazar dan pameran.

Alhamdulillah, selama bazar produk kami masih diminati para pengunjung acara. Oh ya, di lapangan alun-alun selain panggung utama, ada stand bazar bagi pelaku UMKM se-Kabupaten Kendal, dan stand tenda kerucut. Nah, di dalam tenda kerucut putih itu, ada 2 meja yang berisi peserta lomba business plan perwakilan dari tiap kecamatan. Satu meja berisi produk makanan/minuman, meja satunya produk kerajinan.



Jadi niat panitia memang ingin mencari produk unggulan daerah yang bisa dijadikan ikon Kabupaten Kendal. Sejak awal Ibu Bupati Mirna Anisa memang ingin menjadikan Kendal sebagai Permata Pantura. Nah, tapi sampai saat ini saya dan mungkin sebagian warga Kendal selalu bingung bila ditanya apa sih oleh-oleh khas Kendal atau apa sih yang terkenal dari Kendal. Hmmm...apa ya?

Semoga hasil lomba business plan nanti bisa memunculkan ikon baru Kabupaten Kendal. Oh ya, saya sempat jalan-jalan keluar masuk tenda kerucut itu. Ada beberapa produk yang saya ingat, bahkan sempat saya cicipi testernya. Yang kuliner ada abon ayam, olahan bandeng, sirup jahe, roll cake batik, dan jus jambu. Sementara kerajinan ada batik, kreasi dari paralon, dan kreasi dari kain perca.

Oh ya, salah satu anggota KC, Lilly ikut lomba business plan secara independent; tidak mewakili kecamatan seperti peserta lainnya. Kreasi wire-nya memang cantik dan unik. Denger bisik-bisik, katanya Lilly Handmade pemenang pertama dari kategori kerajinan. Pengumuman resmi nanti pas resepsi ulah tahun Kota Kendal tanggal 28 juli 2017. Semoga kabar itu benar. Sebagai Emaknya saya tentu bangga dong.

Apa pun hasilnya, sebagai pelaku UKM saya senang dengan diadakannya acara ini. Semoga setelah ini akan sering ada acara yang menampilkan produk-produk UKM Kendal, sehingga UKM terangkat posisinya.

mejeng di pintu masuk acara

SPG hari terakhir

SPG hari Sabtu

foto bareng Bu Mirna di depan stand


 
penjaga X banner hihihi...

Selasa, 13 Juni 2017

Panen Pahala dengan Memberi Makan Orang Puasa

14.48 0 Comments
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”

Ceramah Ustadz Khalid Basalamah tentang pahala memberi makan pada orang puasa seperti sentilan buat saya. Apalagi ditambah cerita pengalaman pribadi beliau saat pertama kali menjalani Ramadhan di Masjidil Haram. Beliau bingung dengan adanya sekelompok orang yang berdiri membelakangi masjid. Mereka memeluk dan memaksa orang yang datang untuk duduk di tempat yang ditunjukkan.

Ternyata di tempat itu sudah tersedia aneka makanan seperti roti, yogurt, pisang, kurma, dan lainnya. Untuk bisa dapat “kapling” sana, orang-orang lokal itu harus pesen dulu jauh-jauh hari, nggak bisa orang pengin bagi takjil mendadak. Ah, ternyata saya mendapatkan foto dari Google yang bisa menggambarkan cerita Ustadz KHB itu.

suasana jelang buka puasa


Hadist itu shahih, bahkan Khalifah Umar bin Khattab pernah saking inginnya membuka puasakan rakyatnya, memberi rakyatnya “hanya” dengan segelas air zam-zam. Kondisi saat itu Ramadhan sudah mau habis, sementara itu beliau tidak punya apa-apa. Karena tahu pahalanya, maka beliau berusaha semampunya. Masya Allah...

Setelah tahu pahala memberi makan orang puasa, trus saya bisa apa? Saya cuma Emak-emak pengurus rumah tangga yang uang sisa belanjanya seribu dua ribu. Maka saya mengajak teman-teman saya dari Komunitas Kendal Crafter untuk patungan ngadain acara bagi-bagi takjil.

Alhamdulillah, Allah memudahkan niat saya, uang pun terkumpul. Pekan pertama, kami laksanakan di hari Jumat yang penuh berkah, 2 Juni 2017. Sayang, cuaca tidak mendukung. Hujan deras mengguyur kota santri, tempat kami akan membagikan takjil. Saya terpaksa minta bantuan yang muda-muda untuk membagikan. Alhamdulillah, mission complete! Semoga hujan ini membawa berkah buat kami, semoga rejeki kami setelah ini turun seperti derasnya hujan senja itu.




Pekan kedua, ada teman dari Komunitas Bukalapak Kendal yang ngajak join. Oke...mereka siapin minuman, kita siapin snack. Kali ini dilaksanakan hari Ahad 11 Juni, di selatan masjid Agung Kendal. Sebanyak 100 takjil kita bagikan rame-rame pada pengguna jalan yang berhenti di lampu merah. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana.


persiapan

mulai bagi2 takjil

dah selesai? foto2 dulu dong...

Demi Allah, saya tidak bermaksud riya’ ketika membuat tulisan ini. Saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dan saya yakini, bahwa ada beberapa keutamaan memberi makan orang puasa.
~ mendapatkan pahala persis sama dengan orang yang kita beri makan, bukan cuma pahala puasanya, tapi pahala dia membaca Al Quran, sholat sunnah, dan amal lainnya.
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”
(H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)
~ mintalah doa pada orang yang kita beri makan itu, karena doa mereka insya Allah makbul.
“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi.”
(H.R. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396)
~ Allah menjanjikan surga bagi yang suka memberi makan orang lain
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lantas seorang Arab Baduwi berdiri sambil bertanya, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan, wahai Rasululullah?
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Kini, masih ada waktu 2 pekan sebelum Ramadhan pergi. Buat teman-teman yang ingin berburu pahala memberi makan orang berpuasa, ayo segerakan. Nggak punya uang? Cukup beli makanan sesuai isi kantong kita, lalu bagikan pada orang lain yang puasa. Bisa tetangga atau orang yang kita temui di jalan. Semoga Allah membalas niat dan amal baik kita semua. Aamiin...


Kendal, 17 Ramadhan 1438 H

Rabu, 25 Januari 2017

Happy First Flight, Nduk...

19.26 1 Comments
Nabila menyampaikan sebuah kabar gembira.
“Ummi, aku dan timku lolos seleksi lomba, dan harus ikut acara semi final di Palembang.”
Deg, ke Palembang? Ada apa ini?
Ternyata si sulung saya itu ikut Business Plan Competition yang diadakan oleh Universitas Sriwijaya. Dia bersama dua temannya dari Fakultas Psikologi UGM membuat bussiness plan berjudul Luxlurik. Bisa ditebak kan, pasti dari bahan lurik, khas Jogja. Ternyata lurik dibikin sampul binder gitu. Bersama 12 finalis dari berbagai kampus se-Indonesia mereka diudang ke kampus UNSRI tanggal 27-31 Oktober 2016.

Jelang keberangkatan, dia heboh nanya ini itu. Saya kan tahu persis, dia nggak bakat bikin pernak pernik kayak Emaknya. Kalo soal desain-desain dia emang jago. Mungkin dia lagi bikin sampel binder, siapa tahu ntar di sana disuruh demo. Sampe stress dia.
“Andai Ummi di sini,hiks...”
Santai aja, Nduk, kan satu tim ada 3 orang. Pikirkan bertiga lah...

Soal akomodasi semua ditanggung oleh pihak pihak kampus, tepatnya dari Fakultas. Nabila dah ngitung-ngitung, habisnya tiga juta sekian, hampir empat juta lah. Anak satu itu emang kenceng banget pegang prinsip, nggak mau mark up dana. Sip, deh, berkarakter kayak Emaknya, ehem...ehem....* mendadak tenggorokan gatel. Sesuai peraturan, pihak kampus memberi separoh anggaran saat berangkat, sisanya dicairkan setelah pulang.

Hmmm...untung salah satu temannya ada dana 1 juta buat beli tiket pulang. Kalo nggak menang, Nabila dah wanti-wanti, pokoknya harus dikirimi uang buat ongkos pulang. Oke...oke, Nduk, apa sih yang enggak buat anak Ummi yang paling cuantik  ini.

Akhirnya, hari yang ditunggu datang juga. Ini adalah pertama kalinya Nabila naik pesawat. Oh ya, beberapa waktu sebelumnya, Nabila pernah bilang pengin bikin pasport. Hmm, saya jadi ingat tulisan Pak Renald Khasali berjudul “Pasport”. Keren banget Pak Dosen satu itu. Beliau mewajibkan semua mahasiswanya untuk membuat pasport dan menjelajah dunia. Nggak boleh ke negara yang berbahasa Melayu (Singapore dan Malaysia, maksudnya).

Dan hasilnya? Semua mahasiswanya pernah ke luar negeri semua, bahkan yang kiriman dari ortunya pas-pasan. Nggak usah tanya gimana caranya. Mahasiswa harus memikirkan sendiri solusinya. Keren...keren...! Makanya saya mendukung keinginan Nabila melanglang buana, menelusuri bumi Allah yang maha luasnya untuk membuka wawasan dan pikiran. Happy first flight, Nduk...Mudah-mudahan setelah ini ada penerbangan kedua, ketiga, dan kesekian ratus kalinya.


~ Oh,ya, alhamdulillah, tim Nabila dapat juara 3, mendapat uang saku 1,5 juta. Lumayan, buat ongkos balik Jogja, hihihi...

foto dulu sblm naik pesawat

foto minta dukungan

piala juara 3