Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Klepto...Oh...Klepto...

09.17 2 Comments
Malam itu Nabila cerita kalo hampir semua teman di kontrakan pernah kehilangan uang, kecuali dia. Saya sih cuma komen, “ Lha iya lah, wong kamu nggak pernah punya uang.” Hahaha...kita berdua ngakak bareng. Waktu itu kami berdua ngobrol soal tuyul yang ternyata di jaman milenium ini masih ada. Soalnya banyak banget teman FB saya yang posting kalo isi celengannya nggak sesuai perkiraan. Terutama, banyak uang merah dan biru yang raib.

Sepekan kemudian, Nabila cerita, kalo dia telat pulang karena ada sebuah peristiwa unik dan langka di kontrakan. Jadi begini, malam sebelumnya, ada teman KKN Dea ( teman sekontrakan plus teman dekat Nabila), datang ke kontrakan. Mereka maksa untuk membongkar isi lemari Dea, karena curiga banyak barang yang hilang selama KKN.

Dan terjadilah kehebohan itu. Saat dibuka lemari Dea, banyak ditemukan barang-barang milik temannya yang hilang. Bahkan ada laci yang isinya aneka make up mahal. Wow...malam itu juga Dea langsung diinterogasi. Mau tau reaksinya? Ekspresinya tenang, diam, nggak ada penyesalan, bahkan nggak ada kata maaf. Yang bikin Nabila nyesek, selama ini dia paling dekat dengan Dea. Pernah dikasih lipstik dan dompet, bahkan sering ditraktir makan. Saya cuma bisa nasehatin,” Yaudah, buang aja lipstiknya. Soal traktiran, karena kamu nggak tau, istighfar aja. Semoga Allah mengampuni kesalahanmu.”

Selama di rumah, Nabila terus memantau grup WA teman kontrakan dan cerita sama Emaknya. Ternyata esok harinya Dea langsung hengkang dari kontrakan dan nggak mau ngasih tau pindah ke mana. Mau menenangkan diri, katanya. Trus, Ibunya Dea juga marah-marah sama Mbak Ketua kontrakan, karena dianggap sudah menfitnah anaknya. Mungkin beliau lebih percaya pada laporan anaknya yang diputar balik.

Selama 3 tahun kuliah di UGM, Nabila menempati 3 tempat tinggal berbeda. Dan baru kali ini mengalami hal menghebohkan seperti ini. Apalagi di tempat terakhir ini sebuah kontrakan muslimah yang aturan masuknya lumayan ketat. Kata Mbak Ketua kontrakan, “Berarti tahun depan harus dites psikologi dulu ya, Bil.” Hihihi...iya, kali, Mbak.

Bagi yang masih awam, Kleptomania itu sebuah gangguan ketidakmampuan diri untuk mengambil barang milik orang lain. Bisa di tempat ramai seperti mall, bisa juga di tempat sepi seperti asrama. Entah apa pemicunya, yang pasti kalo ingin sembuh ya harus berobat ke dokter atau psikolog. Oh ya, selama tinggal di situ Nabila pernah kehilangan kamera. Padahal tuh kamera dibeli suami untuk keperluan saya kalo bikin buku masakan dan craft, hiks...Tapi ketika diinterogasi, Dea nggak ngaku kalo dia yang ngambil. Entahlah, hanya Dea dan Allah yang tahu, ke mana raibnya tuh kamera.


Kabar terakhir, Dea ditemukan di sebuah gerai donat sama Mbak-mbak kontrakan. Dia mau tanda tangan perjanjian, kalo dia mau ngganti barang-barang yang sudah dia ambil. Entahlah, semoga nggak bohong. Yang pasti anak saya, Nabila, nyesek banget, nggak nyangka orang terdekat di kontrakan, yang sering nyuruh dia ini itu, ternyata pengidap Kleptomania. Saya cuma bisa menyuruh anak saya untuk mengikhlaskan, memaafkan, dan mendoakan semoga dia segera sembuh.

gambar diambil dari Google

Rabu, 20 September 2017

Tahun Baru, Semangat Baru

12.50 0 Comments
Puji syukur kehadirat-Mu ya Robb. Saya dipertemukan dengan orang-orang baik, yang mengajak berhijrah. Saya jadi banyak belajar tentang Islam. Mulai belajar ngaji tajwid, belajar mengaenal angka Arab, bulan-bulan Islam, nama istri  dan anak Rasulullah, dan hal-hal lain yang saya belum tahu. Kadang malu, Hello ke mana aja Lu, Mbakbro? Kok baru jelang 50 tahun baru belajar mengenal agamamu. Segala sesuatu atau setiap kejadian pasti ada hikmah yang bisa diambil. Mungkin cobaan yang saya alami beberapa waktu lalu, inilah hikmahnya * ups, bikin kepo aja.

Jelang tahun Baru 1 Muharram 1439 H tiba-tiba ingat workbook Pak Jamil Azzaini yang berjudul "Tuhan, Inilah Prosposal Hidupku" dan pengin ngisi. Enaknya isinya diupload nggak ya? Tahun baru Masehi kemarin saya sudah buka kartu tentang Resolusi tahun 2017. Dan banyak resolusi yang terwujud. Sungguh Allah Maha Baik...

Bismillah, saya ingin memulai tahun baru ini dengan hal-hal yang baik dan positif. Saya ingin terus bertumbuh jadi pribadi yang sukses mulia. Hehehe...akhir-akhir ini suka liat video motivasi Pak Jamil jadi terpacu untuk jadi insan sukses mulia. Punya kelebihan 4 ta (harta, tahta, kata, dan cinta) dan mau berbagi pada sesama.


Pojok rumah, 20 September 2017



Sabtu, 05 Agustus 2017

Jagoanku Dikhitan

20.19 0 Comments
Kedua jagoan kami jarak umurnya 8 tahun. Dulu si Mas khitan di umur 10 tahun, saat naik ke kelas 5. Sementara si Adik maunya saat liburan naik kelas 6. Sebagai orang tua kami nurut saja, yang penting mereka sudah siap fisik dan mental. Saat melihat kalender, wow...ternyata pas libur sekolah sekaligus libur Lebaran, Abinya anak-anak hanya libur sepekan. Maka begitu nyampe rumah beliau langsung nanya si kecil.
“Bil, kapan mau khitan? Pokoknya dalam sepekan depan.”
“Hmm...yaudah tanggal 28 ya?”
“Oke, deh.”
Oke, fix, ya...Rabu tanggal 28 Juni.

Selasa malam, suami ngajak Nabil ke rumah sekaligus tempat praktek Pakdhenya. Kakak suami kebetulan dokter umum yang sudah biasa praktek khitan. Maksudnya sih mau ngobrol-ngobrol dulu, persiapannya apa, gitu. Eh, sama Pakdhe disuruh kihitan malam itu juga. Bukan Nabil namanya kalo nggak konsisten. Pokoknya harus tanggal 28, hehehe...yaudah lah.

Rabu pagi, semua sudah siap. Nabil berangkat ke rumah Pakdhe diantar Abi dan Mas. Saya nggak ikut, milih di rumah aja. Dulu waktu Mas khitan saya juga nggak ikut. Yang nganterin si Abi dan teman-teman Mas aja. Kata Abi, Nabil nggak nangis, nggak ngrepotin pokoknya. Usai khitan dengan metode laser, Nabil pake celana khusus dari Pakdhe. Waah...baru lihat model kayak gitu. Tapi ternyata saya yang kudet. Banyak Olshop yang jual celana dalem khusus khitan seperti itu, hehehe...

si ganteng Nabil

maen hape biar gak grogi

Pakdhe Budi in action

3 lelaki kesayangan


Oh, ya, sejak masuk SDIT Nabil terbiasa mandi sendiri, nggak pernah memperlihatkan aurat pada yang lain. Jadi ketika harus merawat luka setelah khitan, Abi dan si Mas yang bantuin.
“Mi, sembuh itu kayak gimana? Kering tuh kayak gimana?”
Si Emak pun gelagapan. Pas Abi dah balik Makassar, si Mas yang ngerawat. Bahkan nganterin kontrol ke tempat praktek Pakdhe. Alhamdulillah, ada untungnya juga umurnya jauh, jadi bisa ngerawat adiknya.


Setelah 10 hari, lukanya kering dan siap berangkat sekolah dengan nyaman. Oh ya, seperti Mas dulu, Nabil juga syukuran bagi-bagi nasi boks ke tetangga se RW. Yang namanya walimah itu khusus hanya untuk pernikahan, nggak ada istilah walimatul khitan. Tujuan syukuran untuk meminta doa agar Nabil diberi kesehatan,  jadi anak sholeh, dan bisa jadi penolong kedua orangtuanya di akhirat nanti. Aamiin...Sebagai orang tua, kami sudah plong bisa menuntaskan kewajiban kami. Selamat memasuki dunia remaja, Jagoanku...

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Sabtu, 07 Januari 2017

Tujuh Resolusiku di Tahun 2017

09.44 3 Comments
Seperti tahun lalu, jelang tahun baru 2017 saya corat coret membuat rencana resolusi di tahun mendatang. Tapi ada yang spesial kali ini. Berhubung dua bulan terakhir ini saya gabung jadi reseller produk busana muslimah itu tuh *nggak usah sebut merk. Maka membuat rencana resolusi kali ini adalah PR alias tugas wajib yang harus dikerjakan semua reseller, marketer, maupun leader. Wow...

Ini dia Resolusi saya di tahun 2017:

1.      Resolusi Ibadah
~ sholat wajib tepat waktu
~ rutin sholat Dhuha dan tahajud
~ rutin tilawah usai sholat Maghrib dan Subuh
~ rutin puasa Senin Kamis
~ sedekah nasi bungkus setiap Jumat
~ Qurban
~ Umroh

2.      Resolusi Family
~ lebih perhatian sama suami, anak-anak, dan mertua
~ menemani si bungsu belajar setiap malam
~ lebih baik dalam manajemen waktu
~ memasak sendiri setiap hari
~ berhemat demi uang kuliah dan sekolah anak-anak

3.      Resolusi Sosial
~ lebih banyak sharing ilmu ketrampilan pada orang lain
~ lebih banyak sharing ilmu bisnis pada teman-teman grup
~ rajin datang di majelis ilmu

4.      Resolusi Binis
~ omzet bisnis 50 juta/ bulan
~ komisi 5 juta/bulan
~ tetap bisa menjalankan 2 usaha (profit dan passion sama pentingnya sih)

5.      Resolusi Kesehatan
~ olah raga 3 X seminggu
~ banyak makan sayur dan buah
~ banyak minum air putih
~ kurangi kopi
~ kurangi gorengan (ingat kolesterol, Buk)

6.      Resolusi Piknik
~ lihat pameran Inacraft di Jakarta
~ mengunjungi suami di Makassar

7.      Resolusi untuk Diri Sendiri
~ rutin ngisi blog
~ baca semua buku-buku yang sudah dibeli tapi belum dibaca
~ tampil rapi, wangi, dan rutin ngecat rambut seperti keinginan suami

Oh ya, soal angka-angka itu, awalnya saya ragu-ragu, tapi Marketer saya kasih semangat. Resolusi itu kan doa dan harapan; permintaan kita kepada Allah, Sang Maha Pemberi. Yang penting kita berdoa dan berusaha, soal hasil serahkan pada Allah saja.

Dan karena mimpi itu gratis maka bermimpilah setinggi mungkin. Kalo cuma bermimpi omzet satu juta per bulan, maka semangat, usaha, dan kerja keras kita hanya akan sebatas  satu juta saja. Coba kalau kita menetapkan ingin omzet 100 juta, maka kita akan berusaha mengejarnya. Kalau pun tidak tercapai 100 juta, dapat setengahnya masih 50 juta, seperempatnya 25 juta. Beda kalau cuma menetapkan omzet hanya satu juta, kan? Oke deh, Mbak Marketer yang keren dan powerfull, saya nurut deh.

Tapi jujur saja kalau ditanya apa yang paling ingin terwujud di tahun 2017, saya ingin bisa ibadah Umroh. Saya ingin menumpahkan segala beban pikiran saya di depan Ka’bah. Saya ingin berdoa dan memohon ampunan di sana. Dua tahun terakhir kehidupan saya naik turun tajam seperti naik jetcoaster. Mungkin itu teguran Allah buat saya yang banyak dosa ini. Semoga dengan saya tulis di blog, banyak yang mengaminkan doa dan harapan saya di tahun 2017. Aamiin...

di tempel di depan meja kerja biar semangat

tabungan buat Qurban


#Resolusiku2017





Jumat, 05 Agustus 2016

Siapa yang Akan Pindah?

09.05 0 Comments
Hari ini, Kamis, malam Jumat Kliwon ada ular masuk rumah. Sebenarnya sejak pagi saya sudah merasa. Ketika mencuci piring ada suara krusak krusuk tas kresek tergesek sesuatu di bawah rak piring. Ketika saya intip, eh ada kepala nongol dikit. Saya panggil Fawwaz yang lagi asyik menikmati mimpi.
“Le, bangun bentar, kayaknya ada ular di bawah rak piring.”
Waktu dicari-cari anak lanang, binantang misterius itu ngumpet.
“Paling cuma kadal, Mak.”
Dia pun melanjutkan lagi mimpinya, jiah...

Siang hari tetangga ngasih tau kalau tadi pagi melihat ada ular di bawah mobil kami. Hmm, saya cuma manggut-manggut mendengar info dari beliau. Padahal dalam hati juga mulai deg-degan, berarti benar dugaan saya, ada ular masuk rumah. Berarti yang tadi pagi krusak-krusuk itu....ular.

Sore harinya saat masak di dapur, tiba-tiba Nabila teriak-teriak manggil adiknya.
“Dik...dik...turun sini, kayaknya ada ular masuk kamar Ummi. Tadi aku lihat ekornya.”
Fawwaz pun turun dari kamarnya. Dengan sigap menyiapkan sapu dan senter. Dan benar saja, saat diterangi lampu senter, ular itu jalan-jalan di kolong tempat tidur saya. Nggak butuh lama, ular bisa digiring ke depan rumah. Palu pun disiapkan untuk memukul kepala si ular. Thok...thok...thok...dalam hitungan detik, ular tewas di tangan anak saya.

Ah, jadi ingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat rumah ini baru setengah jadi, ada ular masuk lewat pintu dapur. Kata Pak Min, tukang bakso yang kerja di rumah kami, ular itu membawa pertanda. Bahwa akan ada orang yang pindah di rumah ini. Dan nggak lama setelah kejadian itu suami dapat Skep mutasi dari Kalijati, Subang ke Jogja.

Trus, ular kali pertanda apa ya? Siapa yang akan pindah? Saat ini ada 3 orang di rumah yang ada kemungkinan pindah. Pertama si Bebeb ganteng yang sejak Mei dinas di Makassar. Bisa aja beliau pindah ke Jawa. Kedua, Nabila yang lagi nunggu hasil tes beasiswa ke negeri sakura. Ketiga, Fawwaz yang lagi nunggu pengumuman ujian mandiri Unnes. Kalo ini mah cuma pindah dari rumah ke Gunung Pati, Semarang, karena kudu ngekost, hehehe...

Ular masuk rumah hanyalah firasat atau pertanda bagi orang yang tahu dan percaya. Apa pun itu saya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keluarga ini. Manusia boleh punya banyak keinginan, tapi Allah yang paling tahu mana yang terbaik untuk ummat-Nya. Semoga dalam waktu dekat Allah tunjukkan semua itu.