Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juli 2017

Nongkrong Asyik di Hokben Paragon

02.33 0 Comments
Pagi-pagi saya dan Nyi PD dengan dress code merah, dah nongkrong cantik di Hokben Paragon. Demi apah coba? Jadi gini, pagi itu, Komunitas Blogger Gandjel Rel dapet undangan dari Pihak Hokben Pusat untuk mengikuti workshop Shibori sekaligus pengenalan menu baru di Hokben.

serunya pasukan merah2

Acara dimulai sekitar jam 9.30 dengan penjelasan dari Mbak Irma Wulansari selaku Marcomm Hokben. Beliau menerangkan panjang lebar sejarah berdirinya Hokben sejak pertama berdiri sampai sekarang. Jadi sejak Maret 2017, Hokben melaunching menu baru yang disebut Tokyo Bites. Isinya cemilan ringan seperti takoyaki, shumay, tori popcorn, dan edamame. Mereka ingin menghapus image bahwa Hokben hanya berisi makan berat. Hokben sekarang bisa jadi tempat nongkrong yang asyik loh, Gaes.

mbak Irma in action

Nah dalam kesempatan ini, kami diperkenalkan produk baru Hokben itu sekaligus boleh foto-foto makanan yang disediakan. Maka sesi berikutnya adalah foto produk. Semua terlihat sibuk jepret sana sini. Karena ada beberapa lomba yang diadakan di acara siang ini, mulai livetweet, livegram, sampai lomba blog. Tahu sendiri kan, tanpa foto tulisan sebagus apa pun nggak cetar membahana.

lg serius foto2 produk

Beres foto-foto, sesi berikutnya adalah belajar Shibori bareng Seratan Studio. Hmmm...bentuknya kayak batik jumputan gitu ya? Jumputan ala Jepang kali nama tepatnya, hihihi...Sekitar 1 jam proses kami belajar Shibori. Mulai dari mencetak pola dari kayu dan karet gelang di kain, mencelup kain di cairan garam dan pewarna, mendiamkan sejenak, dan yang paling mendebarkan...saat membuka satu per satu ikatan dan cetakan kayu. Tara...hasilnya bagus-bagus semua dan nggak ada yang sama. Unik pokoknya.

mbak Deya njelasin ttg Shibori

celup...celup...

simple kayak yg bikin


mbak Unik dan karyanya

Sambil nunggu kain yang dijemur kering, kita makan siang dulu. Aseeek...benar-benar gratis, tinggal nuker kupon yang dibagikan panitia di awal acara. Sebelum bubar, di acara penutupan diumumkan pemenang livetweet dan livegram terbaik. Juga yang hasil Shiborinya paling cantik dan unik. Shibori punya Mbak Unik dan Mbak Dhini emang juara...

ini menu maksi saya

Sebelum pulang, foto bersama dulu di depan gerai Hokben Paragon. Sampai jumpa lagi di acara seru lainnya ya, Emak-emak Cantik...




Minggu, 04 Juni 2017

Wisata Edutrip di Omah Herborist

16.14 0 Comments
Bus melaju dari Museum Ronggo Warsito Semarang sekitar jam 9 pagi. Di dalam bus ini hanya ada 6 penumpang, Mbak Wuri dan baby Arkan, saya, Nyi PD, dan 2 teman Nyi. Sementara di bus satunya, yang berangkat dari Gedung Indosat Simpang Lima, full Emak-emak dari Komunitas Blogger Gandjel Rel. Walau sudah beberapa kali mendengar cerita teman yang berkunjung ke Omah Herborist tapi saya belum tahu lokasinya. Ternyata bus menuju pertigaan Krapyak ke arah selatan. Baru tahu kalo itulah Kawasan Industri Candi.





Hanya beberapa menit perjalanan, akhirnya sampai juga di TKP, Kawasan Industri Candi Blok 5A/8 Ngaliyan. Begitu turun dari bus, Emak-emak narsis langsung foto-foto dulu di depan pintu masuk. Mas Agata, salah satu pegawai bagian Marketing, memberi sedikit arahan di halaman sambil menunggu rombongan sebelumnya keluar.

Kami pun dipersilakan masuk gedung. Acara pertama adalah kunjungan ke bagian laboratorium. Di sinilah proses pertama pembuatan kosmetik dilakukan. Mulai dari penimbangan bahan baku, pencampuran, dan proses uji coba seberapa lama proses kadaluwarsa kosmetik yang dibuat.

Usai berjalan menjelajahi laborat, kami dibawa ke bagian produksi. Kami diharuskan memakai jas putih (mirip dengan dokter), memakai penutup kepala, dan plastik penutup sepatu. Tas dan hape harus dimasukkan loker khusus untuk pengunjung. Wah, Emak-emak langsung heboh, gimana mau selfi-selfi kalo hape disimpan di loker. Ternyata pihak Omah Herboris menyediakan jasa foto khusus untuk yang ingin foto dengan baju yang mirip Dokter yang mau mengoperasi pasien itu. Eits, tapi ada uang jasanya loh, 10 ribu per lembar.

Sekitar 20 menit kami keliling pabrik, mulai dari ruang mixing bahan sampai ruang packing produk jadi. Setelah melepas jas putih dan plastik di kepala dan kaki, baru dipersilakan duduk di ruang tunggu. Telah tersedia air mineral dan snack untuk kami nikmati. Selanjutnya kami diajak menggerakkan anggota badan sambil meneriakkan yel-yel. Ada hadiah berupa produk kosmetik untuk peserta yang paling semangat gerakannya.

Selanjutnya kami masuk ke meeting room. Kami diperlihatkan video profil perusahaan, mulai dari awal usaha sampai bisa punya pabrik seluas 3 ha ini. Dilanjutkan dengan demo produk oleh Mbak Cindy. Mbak Ninik yang maju jadi model harus rela tangan dan wajahnya jadi korban percobaan, hehehe...

Sesi terakhir, nha...ini dia yang ditunggu Emak-emak : belanja! Begitu show room produk dibuka, Emak-emak langsung menghambur masuk. Lihat-lihat, pilih-pilih, foto-foto, dan...bayar di kasir deh. Selama proses belanja, Mbak-mbak bagian marketing mendampingi kami sambil menerangkan keunggulan produk. Saya hanya beli BB cream aja, sesuai dengan kepribadian saya yang males pake make up. Simpel : pelembab, alas bedak, dan bedak dijadikan satu. Praktis kan?


Bagi yang mau jalan-jalan ke Semarang jangan lupa mampir ke Omah Herborist ya. Ini salah satu destinasi wisata unggulan Semarang lho. Kita bisa menemukan sejarah herbal warisan nenek moyang kita. Bagi yang datang perorangan bisa naik Taxi Blue Bird, karena ada kerjasama dengan Omah Herborist. Sementara yang rombongan ada persayaratan khusus. Peserta maksimal 50 orang dengan fasilitas dijemput bus perusahaan di tempat yang ditentukan. Setiap orang harus bayar 15 ribu yang nantinya diganti dengan produk kosmetik. Jangan lupa hubungi bagian Marketing untuk menentukan jadwal kunjungan. Bisa dengan Mbak Widi 08118173203.




Sabtu, 13 Mei 2017

Ini Dia New Rising Star 2017 di Hoka Hoka Bento

06.22 2 Comments
Jujur, suami saya tuh nggak begitu suka makan di Hoka Hoka Bento (Hokben). Itu tuh resto Japanese Fast Food, yang ownernya asli Indonesia. Kalo saya dan anak-anak makan di Hokben, dia memilih makan di counter sebelah atau hanya nungguin kami. Menurut dia menu di Hokben tuh kelewat berat, seperti berat badan suami, hehehe...

Memang sih, menu utama di Hokben padat berisi dan bikin kenyang. Satu paket biasanya berisi : 1. nasi 2. teriyaki atau yakiniku 3. ekkado, egg chicken roll, ebi furai, tori no teba, crispy kaarage 4. salad. Waw...kebayang kan, betapa beratnya. Ini cocok untuk mereka yang benar-benar lapar.

Nah, kebetulan, tanggal 1 Mei kemarin, saya bersama Komunitas Blogger Semarang, Gandjel Rel diundang ke Hokben Paragon, Semarang. Ternyata ada New Rising Star di Hokben yang cocok untuk mereka yang nggak mau makan berat alias maunya cemal cemil aja. Sejak Maret 2017 Hokben meluncurkan Tokyo Bites yang tersedia di Hokben Jabodetabek, Jawa, dan Bali.


Hokben sengaja meluncurkan menu baru berupa snack, dessert, dan drink tentu dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah trend masyarakat di kota besar yang suka nongkrong dengan klien, sahabat, dan kerabat. Sambil ngobrol santai, sambil makan dan minum yang ringan-ringan saja. Hokben ingin memenuhi kebutuhan kaum millennial itu dan jadi tempat nongkrong yang asyik buat mereka.

Ini dia new rising star itu :
Snack
~ Sakana Stick, nugget ikan berbentuk stick, ada dua pilihan Original dan Seaweed Topping, harga Rp 16.000 isi 3 pcs


~ Takoyaki, cemilan berbentuk bulat dati tepung yang berisi baby gurita, harga Rp 13.500 isi 3 pcs


~ Tori Popcorn, dada ayam goreng tepung, harga Rp 11.500 (reg), Rp 21.000 (large)


~ Shumai Furai, semacam siomay yang terbuat dari daging ayam dan udang, dibungkus kulit pangsit, harga Rp 14.000 isi 3 pcs


~ Shumai Steam, kalau Shumai Furai digoreng, yang ini dikukus, harga Rp 14.000 isi 3 pcs


~ Edamame, alias kedelai Jepang, cemilan sehat ini banyak manfaatnya bagi tubuh, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi resiko kanker prostat dan kanker payudara, harga Rp 6.500 (reg), Rp 12.000  (large)


Drink
~ Ocha Lychee Tea, teh hijau dipadu dengan butiran nata de coco dan buah leci, harga Rp 18.000


~ Koori kanyaku, es yang berisi jelly dan sirup, harga Rp 16.000


~ Jus melon dan jus jeruk, harga Rp 18.000


Dessert
~ Soft Caramel Pudding, puding lembut rasa karamel, harga Rp 17.000


~ Chocolate Pudding, puding lembut rasa coklat, harga Rp 17.000


~ Soft Pudding, puding lembut dengan dua pilihan yaitu Taro/talas (ungu) dan Mango/ mangga (oranye), harga Rp 17.000. Tapi sayang, ketiga puding ini tidak tersedia di Hokben Semarang dengan pertimbangan tanpa bahan pengawet. Jadi takut kalau berubah wujud dan rasanya.


~ Es Ogura, es yang isinya kacang merah disiram dengan air gula, santan, dan es serut, harga Rp 11.000


~ Es Sarang Burung, es yang isinya agar-agar serut, air gula, dan buah leci, harga Rp 16.500



Selain dapat info tentang new rising star yang yummy itu, diberi kesempatan menfotonya, kami juga dapat free lunch dan voucher makan senilai seratus ribu lho. Pas banget nih buat makan berdua dengan suami. Saya sih tetep makan menu main course, hehehe...Saya suka Chicken Teriyaki ( karena sudah harus mengurangi daging merah), juga saladnya yang segar. Sementara suami bisa milih yang ringan-ringan saja. Kan sekarang sudah ada banyak pilihan yang tidak membuat dia semakin berat. Tunggu kami ya...

menu lunch favorit 



yeay...dapet voucher



Minggu, 18 Mei 2014

Kopdar Pertama IIDN Semarang

11.15 5 Comments


Saat ada pengumuman kopdar di KFC Pandanaran, saya langsung ngangkat tangan tinggi-tinggi * yang di sebelah saya, maaf ya kalo nyium bau asem-asem seger. Kali ini saya harus ikut karena lokasinya terjangkau alias dilewati banyak angkot. Sebenarnya ada beberapa alasan saya hari Sabtu, 16 Maret, itu harus ke Semarang. Yang pertama saya harus ke rumah kakak saya di Kintelan untuk sebuah urusan penting (pokoknya berhubungan dengan masa depan *apa seh?). Kedua, rencananya saya mau nyari tiket kereta ke Jakarta untuk hari Selasa. Nah, ketiga, baru pengin ketemu sama emak-emak dan mbak-mbak yang smart anggota IIDN Semarang.

Ini kali ketiga saya ke Semarang naik angkutan umum, setelah pindah ke Kendal lagi. Wah, ternyata Kendal-Semarang makan waktu 1 jam lebih ya. Cape deh *plok! tepok jidat. Acara sebenarnya jam 13.00, tapi jam segitu saya baru nyampe BRI Pandanaran. Mengingat kakak saya masuk kerja jam 14.00, saya langsung tancap gas ke rumahnya dulu. Ternyata oh ternyata…hari itu sedang ada kampanye damai menjelang Pemilu. Jalan menuju rumah kakak ditutup, angkot yang saya tumpangi nyari jalan tikus hingga akhirnya sampai juga di samping RS Kariadi.

Untung, kakak saya belum berangkat kerja. Jadi kita sempat speak-speak urusan penting itu sebentar. Kelar urusannya, kita berdua turun gunung *maklum rumah kakak di atas bukit. Waduh, ternyata terjadi kemacetan total di samping RS Kariadi. Alamat telat hadir di KFC nih.

Benar aja, saya nyampe TKP sekitar jam 14.15. Pembicara utama, Mbak Hartari Hartawan sudah berbicara lama tentang kiat-kiat menulis cerpen. Duh, ketinggalan nih. Yang sempat saya denger sih, intinya kalau mau ngirim cerpen ke Femina, harus tentang wanita karier dan kehidupannya. Bukan kisah emak-emak RT yang kehidupannya getir dan menguras air mata. Ceritanya membuat pembaca penasaran, setelah ini apa, setelah ini apa. Dan endingnya mengejutkan, di luar perkiraan pembaca alias twist ending.

Oh, ya, sedikit bocoran, untuk tahun ini tema yang dicari seputar kuliner dan travelling. Hmm…kayaknya emang lagi trend kedua topik itu. Usai mendengar penuturan Mak Hartari  yang pernah jadi finalis lomba cerpen Femina ini, hadirin meminta Mbak Unik cerita tentang pengalamannya jadi model di acara penganugrahan Srikandi Blogger kemarin. Saya nggak begitu denger, karena lagi pesen spaghetti *ups, sorry ya, Mak, laper banget nih. Perut belum diisi dari pagi.

Sesi berikutnya, perkenalan anggota baru. Ternyata bukan hanya saya yang new comer. Ada 3 orang lagi yang baru pertama kali ikut kopdar. Sementara saya menghabiskan porsi makan siang, yang lain memulai perkenalan dulu. Saya pun kebagian yang terakhir setelah sebelumnya ada Tina dan mak Siti Marfuah. Pas saya mengakhiri perkenalan, datanglah Mbak Archa Bella. Suit…suit…perhatian hadirin pun beralih ke wanita cantik mirip Ashanti itu. Slamet…slamet…saya jadi nggak ditanya macem-macem.

Berhubung waktu sudah sore, saya mengikuti jejak beberapa teman yang pamit pulang duluan. Ya, tahu sendiri kan, perjalanan saya masih panjang. See you later, my new friends! Sungguh, saya ingin mengenal kalian semua lebih dekat. Teh Indari pernah bilang, kalo IIDN Semarang itu korwil paling aktif, ada pertemuan rutin setiap bulan. Ya, harus saya akui mereka semua aktif dan produktif. Semoga setelah kumpul dengan mereka, saya bisa ketularan kedua sifat itu.

yg tengah inilah pembicaranya
foto dulu maaak sblm pulang




Rabu, 20 November 2013

Launching Buku “101 Perempuan Berkisah”

11.40 1 Comments
Tahun 2012 lalu, sebenarnya saya sudah bersumpah (dalam hati), bahwa saya tidak akan menulis buku antologi. Kecuali yang mengadakan penerbit keren. Bukan apa-apa, saya pengin naik kelas jadi penulis solo *tsahh…Tapi hati saya luluh juga saat ada proyek menulis untuk charity. Tujuannya untuk membantu kaum perempuan marginal, lagi. Langsung saja saya tunjuk tangan, ikuuut…

Tulisan opini saya yang dikumpulkan pada panitia, bersama dengan puisi, cerpen, dan kisah inspiratif karya 101 perempuan lainnya, akhirnya menjadi wujud buku di tahun 2013. Memang bukan perkara mudah, mengumpukan 101 macam tulisan dengan beragam tema dan bentuk. Yang paling pusing tentu editornya, si penulis buku serial Detektif Imai, Mbak Diah P Rinni. Eh, tapi dia kan dah pengalaman lama jadi editor. Jadi katanya prosesnya hanya satu bulan saja *prok…prok…prok…good job, Mbak Di.

Acara launching buku berjudul “101 Perempuan Berkisah” pun digelar hari Sabtu, 16 November 2013. Bertempat di resto Rempah Iting, Jl. Sunda no.7, samping Plaza Sarinah, Thamrin, yang letaknya agak masuk ke dalam. Tepatnya di belakang Harvest. Meski agak masuk, tapi suasananya cozy banget. Begitu masuk nuansa pink sangat terasa. Bayangkan backdrop warna pink, sampul buku pink, kaus yang dipakai hadirin juga pink.
sebelum acara dimulai, foto2 dulu

penampakan buku "101 Perempuan Berkisah"


Meski bintang tamu, Oki Setiana Dewi, batal hadir karena acara khitbah, tak mengurangi kemeriahan acara launching itu. Jam 11 acara dimulai dengan sambutan dari ketua panitia, Mbak Dwi Wuryan, dilanjutkan dengan bedah buku oleh ketua WSC, Mbak Deka Amalia, wakilnya, Mbak Ade, dan Mbak Diah selaku editor. Mendengar cerita di balik kelahiran buku “101 Perempuan Berkisah” itu memang tidak segampang membalikkan tangan. Tak heran buku itu prosesnya memakan waktu 1 tahun.

Buku itu sengaja diterbitkan secara indi, dengan berbagai pertimbangan. Panitia menjual buku setebal 375 halaman itu seharga Rp 79.000 dan seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk proyek charity. Rencananya di hari Ibu nanti, WSC akan mengadakan bakti sosial pada perempuan marginal di Jakarta. Jadi acara launching ini baru langka awal menuju ke sana. Usai bedah buku, Mbak Tris Anova membacakan puisi karya Mbak Deka Amalia yang ada di buku itu.



Jam 12.00 sampai jam 13.00 acaranya ishoma. Resto Rempah Iting menjadi sponsor dengan menyediakan makan siang dengan menu nasi bakar iga. Wow, rempahnya terasa banget.Habis makan dilanjut dengan sholat Dzuhur. Mushola yang letaknya di seberang resto, membuat saya sadar kalau di luar ternyata hujan. Itulah yang menyebabkan saya terkantuk-kantuk di sesi berikutnya *penyakit lama, kalo habis makan pasti kenyang dan ngantuk.

Gimana nggak ngantuk, acara berikutnya adalah pesan-pesan sponsor. Alias satu per satu pihak sponsor mempromosikan produknya, mulai dari bank, asuransi, produk kecantikan, sampai CD lagu anak-anak. Makanya ketika ada sesi kuis, saya sama sekali tidak berminat. Pikiran saya sudah ke rumah, mengingat tadi pagi Nabil sudah menghitung berapa jam saya berada di luar rumah. Maafkan Ummi ya, Nak, kalau terlalu lama meninggalkanmu.


Akhirnya, jam 14.00 saya dan beberapa teman di sebelah, pamit pada panitia. Maaf ya, saya mendahului, saya sudah terlalu lama meninggalkan rumah, dari jam 08.00 loh. Tadi Nabil sudah menghitung, ”Jadi Ummi perginya 6 jam, ya?” Wah, kalau ditambah waktu nunggu dan naik Trans Jakarta, jadi lebih deh. Tapi, yang pasti hari ini saya senang, sudah bersilaturrahmi dengan teman-teman WSC, tambah ilmu, dan tambah teman. Ini salah satu cara “me time” versi saya. Semoga masih ada kesempatan untuk bertemu lagi di acara berikutnya.
foto bareng di akhir acara
secuil aku

Selasa, 22 Oktober 2013

Kopdar Emak-emak Crafter

11.07 0 Comments
Tak ada yang lebih menyenangkan dalam komunitas online, selain yang namanya kopdar alias kopi darat. Itu juga yang terjadi dengan komunitas IIHC (Ibu-ibu Hoby Craft). Admin komunitas meminta para anggotanya untuk kopdar per wilayah serentak pada bulan Oktober. Wah, serunya…Bagi emak-emak, kopdar itu juga bisa jadi Me Time. Sekali-sekali keluar lah dari rutinitas pekerjaan rumah dan juga nge-craft.

Untuk wilayah Jakarta, kopdar diadakan hari Sabtu, 19 Oktober, di Eat and Eat, Kota Kasablanka. Berhubung belum pernah ke sana, daripada nyasar-nyasar (kayak biasanya), saya barengan sama Mbak Dilla. Kita ketemuan di depan Ayam Tulang Lepass, PGC. Begitu turun dari ojek saya langsung menebak, ini pasti Mbak Dilla. Sebaliknya, Mbak Dilla juga mengenali saya. Kan pake dress code-nya coklat. Hahaha…ketahuan deh!




Dari PGC naik 06 ke Kampung Melayu, lanjut naik 44, turun persis di seberang Kokas. Oh, ya, di Kampung Melayu, ada tambahan rombongan yaitu Mbak Perta. Jadilah kami bertiga ngangkot bareng dan tiba di Kokas sebelum mall buka. Bisa ditebak, kami bertigalah yang terpilih sebagai peserta yang datang pertama dan berhak mendapat door prize. Hore!


wajah-wajah peserta teladan (baca: on time)


Jam 10 lewat dikit, acara dimulai dengan perkenalan masing-masing anggota. Mommy Nurul selaku admin, sekaligus PJ acara, meminta kami menyebutkan nama, tempat tinggal, dan craft yang ditekuni. Saat saya memperkenalkan diri, terpaksa break sejenak karena ada anggota yang datang. Akhirnya satu demi satu semua yang hadir memperkenalkan diri. Mommy Nurul meminta kami pesan makanan dan minuman dulu sebelum lanjut ke acara berikutnya.

Di sesi berikutnya, membahas tentang tempat dan acara kopdar selanjutnya. Berhubung saya nggak konsen (sambil makan mie kangkung, sih), saya dengernya samar-samar. Kayaknya, kopdar selanjutnya di Gandaria City, bulan Desember. Trus nanti ada beberapa emak-emak yang akan sharing ilmu nge-craft (kayaknya yang berhubungan dengan benang). Info lebih lanjut akan dibahas di grup.

Nah, berhubung semua kado sudah terkumpul, saatnya tukar kado yang dibungkus dengan kertas koran. Tapi sebelumnya, Mommy Nurul bagi-bagi door prize bagi yang bisa menjawab pertanyaannya. Saya dapat satu, hanya karena duluan mengacungkan tangan. Pertanyaannya pas gampang sih, dari mana asal seni origami? Hahaha…anak TK aja tahu.

Acara ditutup dengan dengan ucapan hamdallah dan foto bersama. Back groundnya kelihatan artistik, siapa dulu yang milih tempatnya? Yang pasti bukan saya. Alhamdulillah, acara kopdar IIHC Jakarta berjalan lancar dan banyak yang hadir. Semua yang hadir tampak senang dan tak sabar untuk hadir di acara kopdar berikutnya. Buat yang belum bisa hadir kali ini karena alasan keluarga (biasa lah namanya emak-emak), semoga di kopdar berikutnya bisa hadir dan meramaikan.


cantiknya!

seru!


Walau sudah ditutup, ada beberapa emak yang penasaran dengan seni merajut (entah apa namanya)-nya Mbak Dilla. Alat bantunya seperti sumpit yang buat makan mie, hihihi…Maka, terjadilah kursus kilat ala Mbak Dilla. Saya jelas nggak ikutan, karena butuh waktu lama untuk belajar sesuatu yang belum saya kuasai *maklum lemot.


cik gu in action


Oh, ya, karena penasaran dengan sesuatu di balik bungkusan kertas koran, saya langsung membukanya di TKP. Ternyata, isinya 10 benang woll, sementara salah satu door prize dari panitia berupa 2 benang rajut. OMG, apa maksudnya semua ini? Apakah ini berarti saya harus mulai belajar merajut, crochet, amigurumi, dan saudara-saudaranya *garuk-garuk tembok.


door prize dari panitia

hasil tukar kado




Senin, 06 Mei 2013

Kopdar IIDB Ketiga

08.29 0 Comments

Yang membuat saya ngebet pengin datang di Kopdar IIDB ketiga ini, karena pengin denger sharing ilmu langsung dari Uda Wempy Dyocta Koto. Padahal kalo dipikir jauh juga tempatnya, Graha Bank Mandiri, Jl. Soekarno Hatta, Batu Nunggal, Bandung. Alhamdulillah, hubby ngasih ijin, mau nganterin sampe TKP, lagi. Makasih, ya, Beib...

Sebenarnya Jakarta-Bandung cuma 2 jam. Tapi keluar dari tol Kopo, macet ruar biasa. Ternyata sama aja ya dengan Jakarta. Dari rumah jam 8, nyampe sana jam 11 lebih. Langsung deh, gelar lapak. Yang dari Bandung, lapak sudah tertata rapi. Sementara saya baru gubrak-gabruk. Rombongan panitia dari Jakarta juga sudah stand by. Katanya mereka berangkat sekitar jam 7.

Sementara lapak dijagin 3 jagoan, saya menyapa anggota IIDB lainnya. Ketemu Teh Lygia, langsung dikasih buku komik pesanan saya Pamali. Plus bonus Storycake for Ramadhan. Sebagai tanda permintaan maaf karena telat ngirim bukunya. Makasih, Teh, jadi nggak enak nih *gayane. Trus, menyapa Tia, Mbak Hayu, dan Mbak Ari yang sibuk sebagai panitia. Tak lupa menyapa Uni Rahmi yang duduk sendirian.

Sambil nunggu waktu, saya ngajak Uni Rahmi keliling ruangan, liat lapak-lapak yang ada. Sebagian  jualan fashion (baju muslim, kerudung, dan asesoris), sebagian makanan, hanya sedikit yang nawarin usaha jasanya. Puas liat-liat, kami berpisah untuk sholat. Karena pas jam makan siang, yang paling rame tentu stand makanan. Tiga jagoan makan rendang dan bakso tahu. Sementara saya, karena bawa nasi, cukup beli lauk saja.

Acara talkshow dimulai setelah saya sholat dan makan, jam 1 lebih. Acara dibuka oleh Ibu Ani Hadiyono, istri pejabat di Bank Mandiri. Dalam pidato singkatnya beliau berpesan, “ Marilah, Wanita Indonesia, kita berkarya.” Kopdar IIDB ketiga kali ini mengambil tema IIDB Mengedukasi dan Menginspirasi. Sebagai narasumber pertama adalah pendiri IIDN dan IIDB, Teh Indari Mastuti. Tema yang diangkat Memulai Bisnis itu Mudah. Mudah? Banyak yang mengacungkan tangan ketika Teh Iin bertanya, “Siapa yang bilang bisnis itu tidak mudah?” Menurut saya, bisnis itu nggak mudah loh, Teh.

Ya, Teh Indari juga memaparkan bahwa bisnis itu tidak mudah, karena:
- Sebagai ibu rumah tangga kita harus pandai mengatur waktu. Kadang order datang saat anak atau suami sedang sakit. Cara mengatur waktu kita sendiri yang menentukan. Misalnya pagi mengurus suami dan anak. Setelah itu baru mengurus bisnis. Yang penting: Jangan Begadang!
- Sebagai pendamping suami, kita harus ikut ke mana pun suami ditugaskan. Saat bisnis di kota A sudah berjalan, suami harus pindah ke kota B. Bisnis pun ditinggalkan. Tapi jaman sekarang  kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi. Jualan online via sosial media (FB, twitter, blog, BBM, dll)
-  Bisnis perlu modal. Sebenarnya banyak usaha yang bisa dilakukan dengan modal seadanya atau tanpa modal uang sama sekali. Bisa juga dengan hanya menjual ide/skill. Contohnya Mbak Mercy, pedagang berlian dan tas branded, memulai bisnis dengan jualan seadanya. Dia menawarkan boneka dari temannya ke kantor-kantor. Lama-lama banyak yang menanyakan barang lain seperti sprei, pakaian, dan tas. Bisnisnya terus berkembang, hingga sekarang hanya spesialis menjual 2 barang mahal itu.

Ketika memulai bisnis yang harus dilakukan:
- Membuat bussiness plan alias rencana bisnis
- Praktekkan. Bikin proposal/tester lalu tawarkan pada sejumlah orang. Jangan putus asa bila dikritik. Coba lagi dan lagi sampai ketemu formula yang pas
- Action

Ketika bisnis sudah berjalan, perhatikan hal berikut:
- Mentor=Sahabat. Cari mentor yaitu orang yang ilmunya di atas kita
- Rival=Patner. Jangan menganggap rival sebagai saingan saja, tapi jadikan sebagai patner untuk membaca kekurangan kita
- Rugi=Untung. Kita harus bisa menerima keadaan bila mengalami kerugian
- Gagal=Sukses. Akrabi kegagalan, karena dia adalah jalan menuju sukses
- Hati < Profesional. Apa pun bisnisnya harus profesional. Jangan masukkan orang terdekat yaitu keluarga, teman, dan sahabat dalam manajemen bisnis kita
- Malu< Berani. Hilangkan rasa malu dalam berbisnis

Nah ini dia pembicara kedua yang saya tunggu-tungu, Uda Wempy Dyocta Koto. Persis seperti tulisan yang pernah dimuat di tabloid Nova, beliau memaparkan kisah hidupnya. Lahir di Padang Panjang, 36 tahun yang lalu. Sejak SD hingga kuliah tinggal di Australia. Karena itu mendengar Uda Wempy ngomong bahasa Indonesia, mirip denger Cinta Laura ngomong. 15 tahun bekerja untuk pangsa internasional, membuat Wempy ingin melakukan sesuatu untuk tanah air tercinta. Waduh...patriotik sekali ya.

Hampir setahun terakhir beliau tinggal di Jakarta, membuka usaha agensi Wardour and Oxfort. Niatnya mulia sekali, ingin menjadikan beberapa produk Indonesia dikenal sampai ke manca negara. Sekarang ini ada beberapa produk yang ditanganinya diantaranya Kebab Baba Rafi, Ayam Bakar Mas Mono, dan sebentar lagi keripik Mak Icih.

Beliau juga memaparkan 12 langkah membuat bisnis kita jadi luar biasa. Sayang, karena slide berbahasa Inggris, ditambah serangan kantuk yang luar biasa, saya tidak sempat mencatatnya. Hahaha...ngeles * biar nggak ketahuan kalo nggak bisa bahasa Inggris. Tapi beneran, begitu beliau turun panggung, saya langsung keluar ruangan. Ngilangin rasa kantuk dengan jalan-jalan, liat lapak saya dan lainnya yang tampak sepi pengunjung.

Setelah ngobrol sebentar dengan hubby dan 2 jagoan, saya masuk ruangan lagi. Kali ini pembicaranya dari pihak Bank Mandiri. Mereka dengan keterbatasan waktu, memaparkan tentang KUR, asuransi, dan pinjaman KPR. Dilanjutkan dengan acara bedah buku Storycake for pemula bisnis oleh Mbak Ari Kurnia. Acara ditutup dengan fashion show dari beberapa designer lokal Bandung.

Berhubung sudah menjelang Maghrib, saya beres-beres lapak. Nggak sempat pamitan sama panitia, karena lagi sibuk semua. Hanya sempat pamit sama Mya, sesama anggota KFI (Komunitas Flanel Indonesia) yang lapaknya berdekatan. Acara talkshow kali ini sukses. Selamat buat panitia yang sudah berusaha keras demi terselenggarakannya acara ini. Sampai jumpa lagi di acara kopdar IIDB selanjutnya, yang katanya di Jakarta.






(Bandung, 27 April 2013)