Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Agustus 2017

Nikmatnya Sepincuk Pecel Semanggi

23.49 1 Comments
Kalau ditanya apa sih makanan yang khas dari Kendal? Hmmm, apa ya, saya juga bingung. Eh tapi ada makanan yang selalu tersaji saat ada acara gelar seni budaya Kabupaten Kendal di TMII Jakarta setiap tahun, yaitu pecel semanggi. Beda dengan pecel semanggi khas Surabaya yang penyajiannya ditambah sayuran lain plus kerupuk puli, yang ini tanpa tambahan sayuran lain.


Oh, ya, semanggi itu tanaman yang biasanya tumbuh di sawah atau tempat lembab lainnya. Bentuknya unik, seperti tiga hati yang dijadikan satu. Cara membuat pecel semanggi sama dengan membuat pecel sayuran lainnya. Yaitu direbus lalu disiram dengan bumbu kacang. Ada tambahan khusus untuk bumbu pecel khas Kendal, yaitu ditambah ubi jalar rebus.

Sebagai pelengkap, pecel semanggi dimakan bersama sate keong alias siput sawah alias tutut. Cara membuat sate keong juga sederhana. Keong sawah direbus dan dilepaskan dari cangkangnya. Tumis cabe, bawang merah, dan bawang putih sampai harum. Tambahkan lengkuas dan daun salam. Masukkan keong rebus, masak sampai matang. Jangan lupa tambahkan gula dan garam. Setelah matang tusuk di lidi biar seperti sate.

Saya baru tahu kalau semanggi itu kandungan zat besinya tinggi. Dan bukan hanya enak tapi kaya manfaat seperti menurunkan tensi, memperlancar haid, mengobati hepatitis, flu, radang tenggorokan, dan diare.

Ada seorang Ibu yang sangat konsisten jualan pecel semanggi sejak dulu. Saya kadang heran, bagaimana Ibu itu bisa mendapatkan semanggi setiap hari. Kalau musim hujan nggak masalah, lha kalau musim kemarau? Katanya sih, ada yang nyetori semanggi saat kemarau. Nyarinya sampai pelosok Kabupaten Kendal lho. Wow...



Bagi yang penasaran dengan kelezatan pecel semanggi khas Kendal, Anda bisa menemukan penjualnya di Taman Garuda saat Ahad pagi. Tepatnya di dekat pintu masuk Bank Jateng, Kendal. Di hari lain, Ibu itu jualan di Pasar Kendal. Dengan membayar 5 ribu, Anda bisa mendapatkan sepincuk pecel semanggi plus 1 tusuk sate keong.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia


Kamis, 03 Agustus 2017

Taman Gajah Mada, Siang Itu

15.22 8 Comments
Ahhh, satu lagi ruang terbuka hijau dibangun di Kota Kendal tercinta. Namanya Taman Gajah Mada, letaknya di Jalan Karang Kembang, di belakang Kantor Kelurahan Karangsari, tepatnya. Bagi orang Kendal angkatan lama seperti saya, pasti ingat, beberapa puluh tahun lalu ada Gedung Bioskop Gajah Mada di sekitar lokasi itu. Upss...ketahuan kalo saya angkatan 45 * buru-buru umpetin KTP.

Saya pribadi belum pernah menginjakkan kaki ke sana. Sampai akhirnya teman-teman dari Komunitas Kendal Crafter yang saya dirikan, ngajak ngadain pertemuan bulanan di sana. Mungkin mereka mulai bosan, kok pertemuan bulanan di dalam rumah terus. Sekali-sekali di tempat terbuka dong, Mak. Oke...oke...sebagai Emak yang baik saya turuti keinginan teman-teman kesayangan.

Akhirnya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Kita janjian ketemuan jam 10, saat matahari lagi terik- teriknya. Ada 3 buah gazebo di taman itu yang cukup buat ngumpul 20 orang. Eh, ada yang bela-belain datang lebih awal demi dapetin gazebo. Ah, makasih banget ya, Mbak-mbak Cantik. Akhirnya kita bisa dapetin tempat buat rumpi-rumpi cantik.

Jelang jam 11 semua dah pada ngumpul. Acara pun dimulai, dimulai dari yang agak serius sampai akhirnya yang bikin ketawa bahagia. Pertemuan bulanan bagi kami adalah sarana refreshing dari kegiatan harian rutin selama sebulan. Ada yang berprofesi sebagai guru, paramedis, ada yang full ngecraft, ada juga yang serabutan kayak saya, hehehe...Saat ketemu inilah kita bisa ngobrol soal craft dari A sampai Z. Seru pokoknya.







Kali ini saya nggak akan membahas acara itu karena sudah saya posting di tempat lain. Saya hanya ingin sedikit membahas tentang Taman Gajah Mada itu. Inilah fakta tentang Taman Gajah Mada versi kaca mata saya:
1. Tempatnya panas karena pohonnya belum tinggi-tinggi, maklum kan baru dibuat tahun 2015
2. Sering dipakai buat pacaran anak-anak muda. Ini siang hari lho, gimana kalo malam hari ya
3. PKL di seberang taman tidak tertata rapi. Bangunan warung yang mereka buat terkesan asal-asalan
4. Dulu di awal berdiri ada fasilitas wifi, sekarang nggak ada
5. Jalan masuk menuju ke sana masih kurang mulus

Himbauan saya, buat warga Kendal yang menikmati Taman Gajah Mada, yuk bareng-bareng kita jaga semua fasilitas yang ada. Kalo buat Penda, tolong dirawat terus ya...Jangan sampai nasibnya sama dengan Taman Kali Reyeng yang dulu bagus sekarang seperti nggak terurus. Rumputnya tinggi-tinggi, beberapa bangunan rusak, dan sering dipakai untuk pacaran kalo malam. Naudzubillah, tidak akan berkah tempat yang dipakai buat begituan.


#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Senin, 24 Juli 2017

Bazar Bareng KC di Festival Produk Unggulan Daerah

12.18 0 Comments
Jelang hari ulang tahun kota Kendal ke-412, Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kendal mengadakan acara Festival Produk Unggulan Daerah. Acara berlangsung mulai tanggal 21-23 Juli 2017, di lapangan alun-alun Kendal. Selama 3 hari itu banyak kegiatan yg diadakan panitia, diantaranya donor darah, bazar produk UMKM Kendal, lomba business plan, lomba mewarnai batik untuk anak Paud, dan lomba senam aerobik.


Sebagai anggota Paguyuban UMKM Kendal, saya mendapat tawaran untuk mengisi bazar. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu, saya langsung mengumumkan di grup komunitas yang saya dirikan, Kendal Crafter (KC). Maka bersama teman-teman KC, kami pun menyiapkan hasil kreasi tangan kami sekaligus perlengkapan bazar.

Oh ya, selama satu tahun terakhir, kami tidak pernah mengikuti bazar, terutama yang disponsori pihak Pemda. Bahkan tahun 2017 ini kami tidak ikut Inacraft seperti 2 tahun sebelumnya. Entahlah, sejak pergantian Bupati, juga kepala dinas dan kepala bidang, kami tidak pernah dicolek untuk ikut bazar dan pameran.

Alhamdulillah, selama bazar produk kami masih diminati para pengunjung acara. Oh ya, di lapangan alun-alun selain panggung utama, ada stand bazar bagi pelaku UMKM se-Kabupaten Kendal, dan stand tenda kerucut. Nah, di dalam tenda kerucut putih itu, ada 2 meja yang berisi peserta lomba business plan perwakilan dari tiap kecamatan. Satu meja berisi produk makanan/minuman, meja satunya produk kerajinan.



Jadi niat panitia memang ingin mencari produk unggulan daerah yang bisa dijadikan ikon Kabupaten Kendal. Sejak awal Ibu Bupati Mirna Anisa memang ingin menjadikan Kendal sebagai Permata Pantura. Nah, tapi sampai saat ini saya dan mungkin sebagian warga Kendal selalu bingung bila ditanya apa sih oleh-oleh khas Kendal atau apa sih yang terkenal dari Kendal. Hmmm...apa ya?

Semoga hasil lomba business plan nanti bisa memunculkan ikon baru Kabupaten Kendal. Oh ya, saya sempat jalan-jalan keluar masuk tenda kerucut itu. Ada beberapa produk yang saya ingat, bahkan sempat saya cicipi testernya. Yang kuliner ada abon ayam, olahan bandeng, sirup jahe, roll cake batik, dan jus jambu. Sementara kerajinan ada batik, kreasi dari paralon, dan kreasi dari kain perca.

Oh ya, salah satu anggota KC, Lilly ikut lomba business plan secara independent; tidak mewakili kecamatan seperti peserta lainnya. Kreasi wire-nya memang cantik dan unik. Denger bisik-bisik, katanya Lilly Handmade pemenang pertama dari kategori kerajinan. Pengumuman resmi nanti pas resepsi ulah tahun Kota Kendal tanggal 28 juli 2017. Semoga kabar itu benar. Sebagai Emaknya saya tentu bangga dong.

Apa pun hasilnya, sebagai pelaku UKM saya senang dengan diadakannya acara ini. Semoga setelah ini akan sering ada acara yang menampilkan produk-produk UKM Kendal, sehingga UKM terangkat posisinya.

mejeng di pintu masuk acara

SPG hari terakhir

SPG hari Sabtu

foto bareng Bu Mirna di depan stand


 
penjaga X banner hihihi...

Selasa, 13 Juni 2017

Panen Pahala dengan Memberi Makan Orang Puasa

14.48 0 Comments
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”

Ceramah Ustadz Khalid Basalamah tentang pahala memberi makan pada orang puasa seperti sentilan buat saya. Apalagi ditambah cerita pengalaman pribadi beliau saat pertama kali menjalani Ramadhan di Masjidil Haram. Beliau bingung dengan adanya sekelompok orang yang berdiri membelakangi masjid. Mereka memeluk dan memaksa orang yang datang untuk duduk di tempat yang ditunjukkan.

Ternyata di tempat itu sudah tersedia aneka makanan seperti roti, yogurt, pisang, kurma, dan lainnya. Untuk bisa dapat “kapling” sana, orang-orang lokal itu harus pesen dulu jauh-jauh hari, nggak bisa orang pengin bagi takjil mendadak. Ah, ternyata saya mendapatkan foto dari Google yang bisa menggambarkan cerita Ustadz KHB itu.

suasana jelang buka puasa


Hadist itu shahih, bahkan Khalifah Umar bin Khattab pernah saking inginnya membuka puasakan rakyatnya, memberi rakyatnya “hanya” dengan segelas air zam-zam. Kondisi saat itu Ramadhan sudah mau habis, sementara itu beliau tidak punya apa-apa. Karena tahu pahalanya, maka beliau berusaha semampunya. Masya Allah...

Setelah tahu pahala memberi makan orang puasa, trus saya bisa apa? Saya cuma Emak-emak pengurus rumah tangga yang uang sisa belanjanya seribu dua ribu. Maka saya mengajak teman-teman saya dari Komunitas Kendal Crafter untuk patungan ngadain acara bagi-bagi takjil.

Alhamdulillah, Allah memudahkan niat saya, uang pun terkumpul. Pekan pertama, kami laksanakan di hari Jumat yang penuh berkah, 2 Juni 2017. Sayang, cuaca tidak mendukung. Hujan deras mengguyur kota santri, tempat kami akan membagikan takjil. Saya terpaksa minta bantuan yang muda-muda untuk membagikan. Alhamdulillah, mission complete! Semoga hujan ini membawa berkah buat kami, semoga rejeki kami setelah ini turun seperti derasnya hujan senja itu.




Pekan kedua, ada teman dari Komunitas Bukalapak Kendal yang ngajak join. Oke...mereka siapin minuman, kita siapin snack. Kali ini dilaksanakan hari Ahad 11 Juni, di selatan masjid Agung Kendal. Sebanyak 100 takjil kita bagikan rame-rame pada pengguna jalan yang berhenti di lampu merah. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana.


persiapan

mulai bagi2 takjil

dah selesai? foto2 dulu dong...

Demi Allah, saya tidak bermaksud riya’ ketika membuat tulisan ini. Saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dan saya yakini, bahwa ada beberapa keutamaan memberi makan orang puasa.
~ mendapatkan pahala persis sama dengan orang yang kita beri makan, bukan cuma pahala puasanya, tapi pahala dia membaca Al Quran, sholat sunnah, dan amal lainnya.
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”
(H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)
~ mintalah doa pada orang yang kita beri makan itu, karena doa mereka insya Allah makbul.
“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi.”
(H.R. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396)
~ Allah menjanjikan surga bagi yang suka memberi makan orang lain
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lantas seorang Arab Baduwi berdiri sambil bertanya, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan, wahai Rasululullah?
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Kini, masih ada waktu 2 pekan sebelum Ramadhan pergi. Buat teman-teman yang ingin berburu pahala memberi makan orang berpuasa, ayo segerakan. Nggak punya uang? Cukup beli makanan sesuai isi kantong kita, lalu bagikan pada orang lain yang puasa. Bisa tetangga atau orang yang kita temui di jalan. Semoga Allah membalas niat dan amal baik kita semua. Aamiin...


Kendal, 17 Ramadhan 1438 H

Rabu, 25 Januari 2017

Happy First Flight, Nduk...

19.26 1 Comments
Nabila menyampaikan sebuah kabar gembira.
“Ummi, aku dan timku lolos seleksi lomba, dan harus ikut acara semi final di Palembang.”
Deg, ke Palembang? Ada apa ini?
Ternyata si sulung saya itu ikut Business Plan Competition yang diadakan oleh Universitas Sriwijaya. Dia bersama dua temannya dari Fakultas Psikologi UGM membuat bussiness plan berjudul Luxlurik. Bisa ditebak kan, pasti dari bahan lurik, khas Jogja. Ternyata lurik dibikin sampul binder gitu. Bersama 12 finalis dari berbagai kampus se-Indonesia mereka diudang ke kampus UNSRI tanggal 27-31 Oktober 2016.

Jelang keberangkatan, dia heboh nanya ini itu. Saya kan tahu persis, dia nggak bakat bikin pernak pernik kayak Emaknya. Kalo soal desain-desain dia emang jago. Mungkin dia lagi bikin sampel binder, siapa tahu ntar di sana disuruh demo. Sampe stress dia.
“Andai Ummi di sini,hiks...”
Santai aja, Nduk, kan satu tim ada 3 orang. Pikirkan bertiga lah...

Soal akomodasi semua ditanggung oleh pihak pihak kampus, tepatnya dari Fakultas. Nabila dah ngitung-ngitung, habisnya tiga juta sekian, hampir empat juta lah. Anak satu itu emang kenceng banget pegang prinsip, nggak mau mark up dana. Sip, deh, berkarakter kayak Emaknya, ehem...ehem....* mendadak tenggorokan gatel. Sesuai peraturan, pihak kampus memberi separoh anggaran saat berangkat, sisanya dicairkan setelah pulang.

Hmmm...untung salah satu temannya ada dana 1 juta buat beli tiket pulang. Kalo nggak menang, Nabila dah wanti-wanti, pokoknya harus dikirimi uang buat ongkos pulang. Oke...oke, Nduk, apa sih yang enggak buat anak Ummi yang paling cuantik  ini.

Akhirnya, hari yang ditunggu datang juga. Ini adalah pertama kalinya Nabila naik pesawat. Oh ya, beberapa waktu sebelumnya, Nabila pernah bilang pengin bikin pasport. Hmm, saya jadi ingat tulisan Pak Renald Khasali berjudul “Pasport”. Keren banget Pak Dosen satu itu. Beliau mewajibkan semua mahasiswanya untuk membuat pasport dan menjelajah dunia. Nggak boleh ke negara yang berbahasa Melayu (Singapore dan Malaysia, maksudnya).

Dan hasilnya? Semua mahasiswanya pernah ke luar negeri semua, bahkan yang kiriman dari ortunya pas-pasan. Nggak usah tanya gimana caranya. Mahasiswa harus memikirkan sendiri solusinya. Keren...keren...! Makanya saya mendukung keinginan Nabila melanglang buana, menelusuri bumi Allah yang maha luasnya untuk membuka wawasan dan pikiran. Happy first flight, Nduk...Mudah-mudahan setelah ini ada penerbangan kedua, ketiga, dan kesekian ratus kalinya.


~ Oh,ya, alhamdulillah, tim Nabila dapat juara 3, mendapat uang saku 1,5 juta. Lumayan, buat ongkos balik Jogja, hihihi...

foto dulu sblm naik pesawat

foto minta dukungan

piala juara 3

Sabtu, 07 Januari 2017

Tujuh Resolusiku di Tahun 2017

09.44 3 Comments
Seperti tahun lalu, jelang tahun baru 2017 saya corat coret membuat rencana resolusi di tahun mendatang. Tapi ada yang spesial kali ini. Berhubung dua bulan terakhir ini saya gabung jadi reseller produk busana muslimah itu tuh *nggak usah sebut merk. Maka membuat rencana resolusi kali ini adalah PR alias tugas wajib yang harus dikerjakan semua reseller, marketer, maupun leader. Wow...

Ini dia Resolusi saya di tahun 2017:

1.      Resolusi Ibadah
~ sholat wajib tepat waktu
~ rutin sholat Dhuha dan tahajud
~ rutin tilawah usai sholat Maghrib dan Subuh
~ rutin puasa Senin Kamis
~ sedekah nasi bungkus setiap Jumat
~ Qurban
~ Umroh

2.      Resolusi Family
~ lebih perhatian sama suami, anak-anak, dan mertua
~ menemani si bungsu belajar setiap malam
~ lebih baik dalam manajemen waktu
~ memasak sendiri setiap hari
~ berhemat demi uang kuliah dan sekolah anak-anak

3.      Resolusi Sosial
~ lebih banyak sharing ilmu ketrampilan pada orang lain
~ lebih banyak sharing ilmu bisnis pada teman-teman grup
~ rajin datang di majelis ilmu

4.      Resolusi Binis
~ omzet bisnis 50 juta/ bulan
~ komisi 5 juta/bulan
~ tetap bisa menjalankan 2 usaha (profit dan passion sama pentingnya sih)

5.      Resolusi Kesehatan
~ olah raga 3 X seminggu
~ banyak makan sayur dan buah
~ banyak minum air putih
~ kurangi kopi
~ kurangi gorengan (ingat kolesterol, Buk)

6.      Resolusi Piknik
~ lihat pameran Inacraft di Jakarta
~ mengunjungi suami di Makassar

7.      Resolusi untuk Diri Sendiri
~ rutin ngisi blog
~ baca semua buku-buku yang sudah dibeli tapi belum dibaca
~ tampil rapi, wangi, dan rutin ngecat rambut seperti keinginan suami

Oh ya, soal angka-angka itu, awalnya saya ragu-ragu, tapi Marketer saya kasih semangat. Resolusi itu kan doa dan harapan; permintaan kita kepada Allah, Sang Maha Pemberi. Yang penting kita berdoa dan berusaha, soal hasil serahkan pada Allah saja.

Dan karena mimpi itu gratis maka bermimpilah setinggi mungkin. Kalo cuma bermimpi omzet satu juta per bulan, maka semangat, usaha, dan kerja keras kita hanya akan sebatas  satu juta saja. Coba kalau kita menetapkan ingin omzet 100 juta, maka kita akan berusaha mengejarnya. Kalau pun tidak tercapai 100 juta, dapat setengahnya masih 50 juta, seperempatnya 25 juta. Beda kalau cuma menetapkan omzet hanya satu juta, kan? Oke deh, Mbak Marketer yang keren dan powerfull, saya nurut deh.

Tapi jujur saja kalau ditanya apa yang paling ingin terwujud di tahun 2017, saya ingin bisa ibadah Umroh. Saya ingin menumpahkan segala beban pikiran saya di depan Ka’bah. Saya ingin berdoa dan memohon ampunan di sana. Dua tahun terakhir kehidupan saya naik turun tajam seperti naik jetcoaster. Mungkin itu teguran Allah buat saya yang banyak dosa ini. Semoga dengan saya tulis di blog, banyak yang mengaminkan doa dan harapan saya di tahun 2017. Aamiin...

di tempel di depan meja kerja biar semangat

tabungan buat Qurban


#Resolusiku2017





Selasa, 18 Oktober 2016

Karena Setiap Anak Terlahir Sempurna

04.09 3 Comments

Tidak ada produk Allah yang gagal. Segala sesuatu Allah ciptakan di dunia ini pasti ada maksud dan hikmahnya. Di mata manusia umumnya anak yang tidak seperti anak normal lainnya sering dibilang anak cacat atau istilah yang lebih halus anak berkebutuhan khusus (ABK). Banyak orang tua yang stress menghadapi kenyataan bahwa putra atau putrinya ABK.

Ini juga yang dialami oleh Amalia Wibowo, seorang CEO perusahaan periklanan, ketika mengetahui putra sulungnya, Aqil, mengalami disleksia. Apa itu disleksia? Gangguan otak yang membuat penderitanya susah mengenali huruf, angka, dan simbol. Tentu penderita disleksia susah membaca tulisan, bahkan ada yang ngomongnya terbolak-balik. Di mata orang awam, anak umur 8 tahun yang tidak lancar membaca, dianggap anak bodoh. Dan itu juga dialami Aqil, dicap bodoh oleh teman-teman sekelasnya, bahkan oleh kakeknya.

Cerita sehari-hari, perjuangan Amalia mendidik Aqil ditulis dalam buku berjudul Wonderful Life. Kisahnya menarik perhatian Rio Dewanto, aktor sekaligus suami Atiqah Hasiholan, dan mengangkatnya ke layar lebar dengan judul yang sama. Rio bertindak sebagai produser film, sementara Atiqah memerankan Amalia.

Film Wonderful Life menggambarkan perjuangan seorang single parent, CEO perusahaan periklanan, dalam menghadapi putra sulungnya yang mengalami disleksia. Demi kesembuhan sang putra Amalia rela cuti beberapa saat untuk berobat ke Jawa. Padahal di saat yang sama, perusahaan sedang ada proyek besar yang menuntut keberadaan Amalia. Di sinilah emosi penonton seperti diaduk-aduk.

Di akhir perjuangan mencari obat, Amalia sadar bahwa Aqil perlu banyak perhatian darinya dan sang Ibu harus berdamai dengan keadaan putranya. Kondisi Aqil berbeda, jadi tak usah dituntut untuk bisa seperti teman-teman sekelasnya. Akhirnya Aqil berhenti belajar di sekolah umum dan fokus belajar menggambar di rumah.

Menurut saya yang orang awam dan belum membaca buku Wonderful Life, ada plus minus dari film ini. Plusnya, penonton jadi tahu apa dan bagaimana anak disleksia itu. Film ini juga sarat adegan yang menyentuh dan adegan lucu. Hingga pas untuk hiburan dan edukasi keluarga. Minusnya, menurut saya kok banyak adegan yang absurd ya. Masak wanita cerdas, CEO perusahaan besar, mengobatkan anaknya yang disleksia ke orang pintar alias dukun.

Atau itu hanya sekedar variasi agar bisa lebih banyak adegan lucu yang bisa ditampilkan. Atau juga mewakili banyak orang Indonesia yang kadang tidak percaya dengan medis dan ingin mencari pengobatan alternatif. Entahlah...

Film ini juga semakin membuat saya yakin bahwa Allah menciptakan setiap anak manusia itu dalam kondisi paling sempurna. Setiap anak diberi paket komplit, punya kelebihan dan punya kekurangan. Contohnya Aqil yang mengalami disleksia punya kelebihan dalam bidang menggambar. Dan karena kecerdasan masing-masing orang berbeda, maka janganlah nilai akademis di sekolah yang jadi patokan seorang anak itu pintar atau tidak pintar. Ada 7 macam kecerdasan yang dimiliki setiap anak. Jadi kalau nilai raportnya biasa saja, santai saja. Pasti dia punya kelebihan selain di bidang akademik.


Bagi yang belum nonton, buruan nonton deh...Saya aja udah nonton, hehehe...rame-rame, lagi. Inilah enaknya punya teman blogger. Ada yang ngajak nobar di pemutaran perdana film ini tanggal 13 Oktober 2016 lalu. Serentak di beberapa kota di Indonesia loh. Saya sih nontonnya di Cinema XXI Mall Ciputra Semarang bareng teman-teman Blogger Gandjel Rel.




sama Nyi PD, blogger Kendal

foto sebelum bubar

Jumat, 14 Oktober 2016

Ada Yang Keluar Rumah Nih...

23.56 2 Comments
Teka-teki firasat ular masuk rumah terjawab sudah. Akhirnya, berita baik itu datang juga. Fawwaz keterima ujian mandiri di Unnes. Wow...Nabila aja speechless, nggak percaya, trus jingkrak-jingkrang. Alhamdulillah, ini adalah berita luar biasa buat keluarga kami. Karena ya...gitu deh. Intinya guru-guru sekolah Fawwaz sejak SD sampai SMA semua sudah mengibarkan bendera putih menghadapi “kenakalan” bocah satu ini. Ceritanya di-keep dulu deh, entar kalo dia sudah sukses baru saya ceritakan semuanya.

Oh ya, sebenarnya Fawwaz ketrima ujian SBMPTN meski pilihan ketiga. Tapi setelah bersemedi 3 hari 3 malam, Bapaknya mantap melepas kesempatan itu. Kenapa eh kenapa? Karena eh karena dia milihnya asal-asalan. Mosok nggak pinter ngomong gitu mau kuliah di jurusan Ilmu Politik, di UIN Walisongo lagi. Bukan apa-apa, Bapaknya mikir mau jadi apa nanti setelah lulus.

Ya sudah, sambil nunggu hasil ujian mandiri, Fawwaz ndaftar di Unisula jurusan Psikologi. Hehehe...si Bapak maksa banget, untung anaknya nurut. Sistem ujian di Unisula itu one day service, hari itu datang, ndaftar, ujian, nunggu bentar trus ketahuan hasilnya. Kayaknya 99 % yang ndaftar keterima deh, hehehe...


Alhamdulillah, ya Allah, anak istimewa saya akhirnya kuliah di Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olah Raga Universitas Negeri Semarang * sujud syukur. Selamat jadi mahasiswa, Anak Lanangku. Sudah saatnya kami melepasmu, Nak. Harus mulai mandiri, menata hidup lebih teratur, dan menjadi pribadi lebih baik. Doa Emakmu ini selalu menyertai setiap langkahmu.



Sabtu, 09 Januari 2016

Piknik Seru IIDN Semarang ke Jogja

14.27 5 Comments
Saat IIDN Semarang dan Komunitas Blogger Perempuan Gandjel Rel bikin pengumuman mau ngadain piknik ke Jogja, saya langsung tunjuk tangan. Ikuuut, Mak. Niat saya ingin mengembalikan mood nulis yang sudah hampir 2 tahun ini menguar entah ke mana * halah. Seperti kata pepatah kumpul tukang minyak wangi, ikut wangi. Kumpul tukang ikan ikut amis. Kumpul Emak-emak penulis dan blogger, siapa tahu jadi produktif nulis.

Alhamdulillah, akhirnya Kamis, 7 Januari jam 6 tepat saya sudah nangkring di atas bus yang diparkir di depan Masjid Baiturrahman. Perjalanan Semarang-Jogja selama 3,5 jam terasa sekejap karena diisi dengan sesuatu yang bikin melek * eh, tapi saya sempat merem ding, ngantuk, habis nglembur orderan semalam. Pertama, semua peserta diminta memperkenalkan diri, maklum ada beberapa yang baru sekali ikut kopdar. Kedua, ada yang sharing tentang tulisannya yang lolos 3 besar lomba Gado-gado Femina. Itu tuh artisnya IIDN Semarang, kembarannya Ashanti * hai, Mbak.

Sasaran pertama kita adalah Penerbit Bentang Pustaka, Jl. Pleburan 1, Pogung Lor RT 11 RW 48 Mlati, Sleman. Kehadiran para mahmud disambut hangat oleh CEO Bentang Pustaka, Mas Salman Faridi, dua editor Mas Imam dan Mbak Intan, dan bagian promosi, Mas Udin. Kita bincang-bincang santai, Mas Salman menerangkan sejarah singkat Bentang Pustaka yang dulu bernama Bentang Budaya. Dilanjut tanya jawab, yang tentu saja seputar naskah yang dicari oleh Bentang. Siapa tahu ada naskah Emak2 yang bisa diterbitin di sana.

Tepat pukul 12 teng, acara ditutup dengan tukar menukar cinderamata. Dari IIDN dan Gandjel Rel, ada pigura berisi tulisan dan makanan khas Semarang (wingko babat dan roti ganjel rel). Sementara dari pihak Bentang ngasih buku 20 biji serial Supernova-nya Dewi Lestari (Dee). Hua....mupeng, mudah-mudahan nanti saya dapet atu * komat-kamit merapal mantra .

Setelah ishoma dan belanja buku di bagian depan yang semua harganya didiskon, lanjut ke Penerbit Stiletto, Jl. Melati no.171 Sambilegi Baru Kidul, Maguwoharjo, Sleman. Benar kata teman saya, sesuatu itu kalo sudah udah punya nama walau tempatnya mblusuk pun tetep dicari. Letak dua penerbit yang kami kunjungi itu benar-benar di tengah perkampungan padat penduduk. Cuma jalan kampungnya lebar, jadi bisa dilewati bus. Itulah uniknya Jogja citymewa.

Saking luasnya kantor Stiletto Book, kami diterima Mbak Herlina di rumah sebelah yang merupakan kantor IKAPI Jogja. Di rumah sederhana itu kami berbincang-bincang santai lagi-lagi soal naskah yang dibutuhkan, simbiosis mutualisme lah. Oh ya Stiletto Book itu spesialis penerbit untuk perempuan, baik penulis maupun tema-tema yang diangkat. Jadi klop kan, nggak salah kita menyambangi penerbit satu ini.

Usai bincang-bincang plus ada kuis dadakan yang berhadiah buku, kami menuju kantor asli Stiletto Book. Wua...ini tempat mungil tapi fungsional banget. Bagian depan tempat mendisplay barang jualan (buku dan pernak-pernik dari kain kanvas), bagian belakang baru ruang kerja. Design ruangannya girly banget deh pokoknya.

Puas banget deh dolan ke dua penerbit hari ini. Sebelum balik ke Semarang, kami makan malam dulu di ujung Jalan Malioboro. Ada yang memilih dinner di Raminten, lantai 3 Hamzah Batik, ada yang memilih makan bakso di kaki lima kayak saya. Di atas bus tinggal capeknya, bobok cantik, dan bermimpi penerbit mana lagi yang akan kami kunjungi selanjutnya.

Ini dia foto-foto piknik seru itu:

Mak Irits jadi MC dadakan
jejeran pigura cover buku, keren banget...

tangga menuju ruang editor

sisi yg lain, hommy pokoknya

tukar menukar cinderamata

foto bareng di Bentang Pustaka

kantor IKAPI Jogja

Mbak Herlina kasih sambutan

bincang santai

kubikel kantor Stiletto, girly abis..

sisi kanan buku2

sisi kiri aneka kreasi kain kanvas

di depan kantor Stiletto yg mungil

cuma belanja ini, ngirit, hihihi...

alhamdulillah dapat ini dari Bentang Pustaka