Minggu, 06 Agustus 2017

# ceritaku # ODOP

Nikmatnya Sepincuk Pecel Semanggi

Kalau ditanya apa sih makanan yang khas dari Kendal? Hmmm, apa ya, saya juga bingung. Eh tapi ada makanan yang selalu tersaji saat ada acara gelar seni budaya Kabupaten Kendal di TMII Jakarta setiap tahun, yaitu pecel semanggi. Beda dengan pecel semanggi khas Surabaya yang penyajiannya ditambah sayuran lain plus kerupuk puli, yang ini tanpa tambahan sayuran lain.


Oh, ya, semanggi itu tanaman yang biasanya tumbuh di sawah atau tempat lembab lainnya. Bentuknya unik, seperti tiga hati yang dijadikan satu. Cara membuat pecel semanggi sama dengan membuat pecel sayuran lainnya. Yaitu direbus lalu disiram dengan bumbu kacang. Ada tambahan khusus untuk bumbu pecel khas Kendal, yaitu ditambah ubi jalar rebus.

Sebagai pelengkap, pecel semanggi dimakan bersama sate keong alias siput sawah alias tutut. Cara membuat sate keong juga sederhana. Keong sawah direbus dan dilepaskan dari cangkangnya. Tumis cabe, bawang merah, dan bawang putih sampai harum. Tambahkan lengkuas dan daun salam. Masukkan keong rebus, masak sampai matang. Jangan lupa tambahkan gula dan garam. Setelah matang tusuk di lidi biar seperti sate.

Saya baru tahu kalau semanggi itu kandungan zat besinya tinggi. Dan bukan hanya enak tapi kaya manfaat seperti menurunkan tensi, memperlancar haid, mengobati hepatitis, flu, radang tenggorokan, dan diare.

Ada seorang Ibu yang sangat konsisten jualan pecel semanggi sejak dulu. Saya kadang heran, bagaimana Ibu itu bisa mendapatkan semanggi setiap hari. Kalau musim hujan nggak masalah, lha kalau musim kemarau? Katanya sih, ada yang nyetori semanggi saat kemarau. Nyarinya sampai pelosok Kabupaten Kendal lho. Wow...



Bagi yang penasaran dengan kelezatan pecel semanggi khas Kendal, Anda bisa menemukan penjualnya di Taman Garuda saat Ahad pagi. Tepatnya di dekat pintu masuk Bank Jateng, Kendal. Di hari lain, Ibu itu jualan di Pasar Kendal. Dengan membayar 5 ribu, Anda bisa mendapatkan sepincuk pecel semanggi plus 1 tusuk sate keong.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia


1 komentar: