Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juli 2017

Nongkrong Asyik di Hokben Paragon

02.33 0 Comments
Pagi-pagi saya dan Nyi PD dengan dress code merah, dah nongkrong cantik di Hokben Paragon. Demi apah coba? Jadi gini, pagi itu, Komunitas Blogger Gandjel Rel dapet undangan dari Pihak Hokben Pusat untuk mengikuti workshop Shibori sekaligus pengenalan menu baru di Hokben.

serunya pasukan merah2

Acara dimulai sekitar jam 9.30 dengan penjelasan dari Mbak Irma Wulansari selaku Marcomm Hokben. Beliau menerangkan panjang lebar sejarah berdirinya Hokben sejak pertama berdiri sampai sekarang. Jadi sejak Maret 2017, Hokben melaunching menu baru yang disebut Tokyo Bites. Isinya cemilan ringan seperti takoyaki, shumay, tori popcorn, dan edamame. Mereka ingin menghapus image bahwa Hokben hanya berisi makan berat. Hokben sekarang bisa jadi tempat nongkrong yang asyik loh, Gaes.

mbak Irma in action

Nah dalam kesempatan ini, kami diperkenalkan produk baru Hokben itu sekaligus boleh foto-foto makanan yang disediakan. Maka sesi berikutnya adalah foto produk. Semua terlihat sibuk jepret sana sini. Karena ada beberapa lomba yang diadakan di acara siang ini, mulai livetweet, livegram, sampai lomba blog. Tahu sendiri kan, tanpa foto tulisan sebagus apa pun nggak cetar membahana.

lg serius foto2 produk

Beres foto-foto, sesi berikutnya adalah belajar Shibori bareng Seratan Studio. Hmmm...bentuknya kayak batik jumputan gitu ya? Jumputan ala Jepang kali nama tepatnya, hihihi...Sekitar 1 jam proses kami belajar Shibori. Mulai dari mencetak pola dari kayu dan karet gelang di kain, mencelup kain di cairan garam dan pewarna, mendiamkan sejenak, dan yang paling mendebarkan...saat membuka satu per satu ikatan dan cetakan kayu. Tara...hasilnya bagus-bagus semua dan nggak ada yang sama. Unik pokoknya.

mbak Deya njelasin ttg Shibori

celup...celup...

simple kayak yg bikin


mbak Unik dan karyanya

Sambil nunggu kain yang dijemur kering, kita makan siang dulu. Aseeek...benar-benar gratis, tinggal nuker kupon yang dibagikan panitia di awal acara. Sebelum bubar, di acara penutupan diumumkan pemenang livetweet dan livegram terbaik. Juga yang hasil Shiborinya paling cantik dan unik. Shibori punya Mbak Unik dan Mbak Dhini emang juara...

ini menu maksi saya

Sebelum pulang, foto bersama dulu di depan gerai Hokben Paragon. Sampai jumpa lagi di acara seru lainnya ya, Emak-emak Cantik...




Minggu, 04 Juni 2017

Wisata Edutrip di Omah Herborist

16.14 0 Comments
Bus melaju dari Museum Ronggo Warsito Semarang sekitar jam 9 pagi. Di dalam bus ini hanya ada 6 penumpang, Mbak Wuri dan baby Arkan, saya, Nyi PD, dan 2 teman Nyi. Sementara di bus satunya, yang berangkat dari Gedung Indosat Simpang Lima, full Emak-emak dari Komunitas Blogger Gandjel Rel. Walau sudah beberapa kali mendengar cerita teman yang berkunjung ke Omah Herborist tapi saya belum tahu lokasinya. Ternyata bus menuju pertigaan Krapyak ke arah selatan. Baru tahu kalo itulah Kawasan Industri Candi.





Hanya beberapa menit perjalanan, akhirnya sampai juga di TKP, Kawasan Industri Candi Blok 5A/8 Ngaliyan. Begitu turun dari bus, Emak-emak narsis langsung foto-foto dulu di depan pintu masuk. Mas Agata, salah satu pegawai bagian Marketing, memberi sedikit arahan di halaman sambil menunggu rombongan sebelumnya keluar.

Kami pun dipersilakan masuk gedung. Acara pertama adalah kunjungan ke bagian laboratorium. Di sinilah proses pertama pembuatan kosmetik dilakukan. Mulai dari penimbangan bahan baku, pencampuran, dan proses uji coba seberapa lama proses kadaluwarsa kosmetik yang dibuat.

Usai berjalan menjelajahi laborat, kami dibawa ke bagian produksi. Kami diharuskan memakai jas putih (mirip dengan dokter), memakai penutup kepala, dan plastik penutup sepatu. Tas dan hape harus dimasukkan loker khusus untuk pengunjung. Wah, Emak-emak langsung heboh, gimana mau selfi-selfi kalo hape disimpan di loker. Ternyata pihak Omah Herboris menyediakan jasa foto khusus untuk yang ingin foto dengan baju yang mirip Dokter yang mau mengoperasi pasien itu. Eits, tapi ada uang jasanya loh, 10 ribu per lembar.

Sekitar 20 menit kami keliling pabrik, mulai dari ruang mixing bahan sampai ruang packing produk jadi. Setelah melepas jas putih dan plastik di kepala dan kaki, baru dipersilakan duduk di ruang tunggu. Telah tersedia air mineral dan snack untuk kami nikmati. Selanjutnya kami diajak menggerakkan anggota badan sambil meneriakkan yel-yel. Ada hadiah berupa produk kosmetik untuk peserta yang paling semangat gerakannya.

Selanjutnya kami masuk ke meeting room. Kami diperlihatkan video profil perusahaan, mulai dari awal usaha sampai bisa punya pabrik seluas 3 ha ini. Dilanjutkan dengan demo produk oleh Mbak Cindy. Mbak Ninik yang maju jadi model harus rela tangan dan wajahnya jadi korban percobaan, hehehe...

Sesi terakhir, nha...ini dia yang ditunggu Emak-emak : belanja! Begitu show room produk dibuka, Emak-emak langsung menghambur masuk. Lihat-lihat, pilih-pilih, foto-foto, dan...bayar di kasir deh. Selama proses belanja, Mbak-mbak bagian marketing mendampingi kami sambil menerangkan keunggulan produk. Saya hanya beli BB cream aja, sesuai dengan kepribadian saya yang males pake make up. Simpel : pelembab, alas bedak, dan bedak dijadikan satu. Praktis kan?


Bagi yang mau jalan-jalan ke Semarang jangan lupa mampir ke Omah Herborist ya. Ini salah satu destinasi wisata unggulan Semarang lho. Kita bisa menemukan sejarah herbal warisan nenek moyang kita. Bagi yang datang perorangan bisa naik Taxi Blue Bird, karena ada kerjasama dengan Omah Herborist. Sementara yang rombongan ada persayaratan khusus. Peserta maksimal 50 orang dengan fasilitas dijemput bus perusahaan di tempat yang ditentukan. Setiap orang harus bayar 15 ribu yang nantinya diganti dengan produk kosmetik. Jangan lupa hubungi bagian Marketing untuk menentukan jadwal kunjungan. Bisa dengan Mbak Widi 08118173203.




Sabtu, 13 Mei 2017

Ini Dia New Rising Star 2017 di Hoka Hoka Bento

06.22 2 Comments
Jujur, suami saya tuh nggak begitu suka makan di Hoka Hoka Bento (Hokben). Itu tuh resto Japanese Fast Food, yang ownernya asli Indonesia. Kalo saya dan anak-anak makan di Hokben, dia memilih makan di counter sebelah atau hanya nungguin kami. Menurut dia menu di Hokben tuh kelewat berat, seperti berat badan suami, hehehe...

Memang sih, menu utama di Hokben padat berisi dan bikin kenyang. Satu paket biasanya berisi : 1. nasi 2. teriyaki atau yakiniku 3. ekkado, egg chicken roll, ebi furai, tori no teba, crispy kaarage 4. salad. Waw...kebayang kan, betapa beratnya. Ini cocok untuk mereka yang benar-benar lapar.

Nah, kebetulan, tanggal 1 Mei kemarin, saya bersama Komunitas Blogger Semarang, Gandjel Rel diundang ke Hokben Paragon, Semarang. Ternyata ada New Rising Star di Hokben yang cocok untuk mereka yang nggak mau makan berat alias maunya cemal cemil aja. Sejak Maret 2017 Hokben meluncurkan Tokyo Bites yang tersedia di Hokben Jabodetabek, Jawa, dan Bali.


Hokben sengaja meluncurkan menu baru berupa snack, dessert, dan drink tentu dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah trend masyarakat di kota besar yang suka nongkrong dengan klien, sahabat, dan kerabat. Sambil ngobrol santai, sambil makan dan minum yang ringan-ringan saja. Hokben ingin memenuhi kebutuhan kaum millennial itu dan jadi tempat nongkrong yang asyik buat mereka.

Ini dia new rising star itu :
Snack
~ Sakana Stick, nugget ikan berbentuk stick, ada dua pilihan Original dan Seaweed Topping, harga Rp 16.000 isi 3 pcs


~ Takoyaki, cemilan berbentuk bulat dati tepung yang berisi baby gurita, harga Rp 13.500 isi 3 pcs


~ Tori Popcorn, dada ayam goreng tepung, harga Rp 11.500 (reg), Rp 21.000 (large)


~ Shumai Furai, semacam siomay yang terbuat dari daging ayam dan udang, dibungkus kulit pangsit, harga Rp 14.000 isi 3 pcs


~ Shumai Steam, kalau Shumai Furai digoreng, yang ini dikukus, harga Rp 14.000 isi 3 pcs


~ Edamame, alias kedelai Jepang, cemilan sehat ini banyak manfaatnya bagi tubuh, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi resiko kanker prostat dan kanker payudara, harga Rp 6.500 (reg), Rp 12.000  (large)


Drink
~ Ocha Lychee Tea, teh hijau dipadu dengan butiran nata de coco dan buah leci, harga Rp 18.000


~ Koori kanyaku, es yang berisi jelly dan sirup, harga Rp 16.000


~ Jus melon dan jus jeruk, harga Rp 18.000


Dessert
~ Soft Caramel Pudding, puding lembut rasa karamel, harga Rp 17.000


~ Chocolate Pudding, puding lembut rasa coklat, harga Rp 17.000


~ Soft Pudding, puding lembut dengan dua pilihan yaitu Taro/talas (ungu) dan Mango/ mangga (oranye), harga Rp 17.000. Tapi sayang, ketiga puding ini tidak tersedia di Hokben Semarang dengan pertimbangan tanpa bahan pengawet. Jadi takut kalau berubah wujud dan rasanya.


~ Es Ogura, es yang isinya kacang merah disiram dengan air gula, santan, dan es serut, harga Rp 11.000


~ Es Sarang Burung, es yang isinya agar-agar serut, air gula, dan buah leci, harga Rp 16.500



Selain dapat info tentang new rising star yang yummy itu, diberi kesempatan menfotonya, kami juga dapat free lunch dan voucher makan senilai seratus ribu lho. Pas banget nih buat makan berdua dengan suami. Saya sih tetep makan menu main course, hehehe...Saya suka Chicken Teriyaki ( karena sudah harus mengurangi daging merah), juga saladnya yang segar. Sementara suami bisa milih yang ringan-ringan saja. Kan sekarang sudah ada banyak pilihan yang tidak membuat dia semakin berat. Tunggu kami ya...

menu lunch favorit 



yeay...dapet voucher



Minggu, 18 Mei 2014

Kopdar Pertama IIDN Semarang

11.15 5 Comments


Saat ada pengumuman kopdar di KFC Pandanaran, saya langsung ngangkat tangan tinggi-tinggi * yang di sebelah saya, maaf ya kalo nyium bau asem-asem seger. Kali ini saya harus ikut karena lokasinya terjangkau alias dilewati banyak angkot. Sebenarnya ada beberapa alasan saya hari Sabtu, 16 Maret, itu harus ke Semarang. Yang pertama saya harus ke rumah kakak saya di Kintelan untuk sebuah urusan penting (pokoknya berhubungan dengan masa depan *apa seh?). Kedua, rencananya saya mau nyari tiket kereta ke Jakarta untuk hari Selasa. Nah, ketiga, baru pengin ketemu sama emak-emak dan mbak-mbak yang smart anggota IIDN Semarang.

Ini kali ketiga saya ke Semarang naik angkutan umum, setelah pindah ke Kendal lagi. Wah, ternyata Kendal-Semarang makan waktu 1 jam lebih ya. Cape deh *plok! tepok jidat. Acara sebenarnya jam 13.00, tapi jam segitu saya baru nyampe BRI Pandanaran. Mengingat kakak saya masuk kerja jam 14.00, saya langsung tancap gas ke rumahnya dulu. Ternyata oh ternyata…hari itu sedang ada kampanye damai menjelang Pemilu. Jalan menuju rumah kakak ditutup, angkot yang saya tumpangi nyari jalan tikus hingga akhirnya sampai juga di samping RS Kariadi.

Untung, kakak saya belum berangkat kerja. Jadi kita sempat speak-speak urusan penting itu sebentar. Kelar urusannya, kita berdua turun gunung *maklum rumah kakak di atas bukit. Waduh, ternyata terjadi kemacetan total di samping RS Kariadi. Alamat telat hadir di KFC nih.

Benar aja, saya nyampe TKP sekitar jam 14.15. Pembicara utama, Mbak Hartari Hartawan sudah berbicara lama tentang kiat-kiat menulis cerpen. Duh, ketinggalan nih. Yang sempat saya denger sih, intinya kalau mau ngirim cerpen ke Femina, harus tentang wanita karier dan kehidupannya. Bukan kisah emak-emak RT yang kehidupannya getir dan menguras air mata. Ceritanya membuat pembaca penasaran, setelah ini apa, setelah ini apa. Dan endingnya mengejutkan, di luar perkiraan pembaca alias twist ending.

Oh, ya, sedikit bocoran, untuk tahun ini tema yang dicari seputar kuliner dan travelling. Hmm…kayaknya emang lagi trend kedua topik itu. Usai mendengar penuturan Mak Hartari  yang pernah jadi finalis lomba cerpen Femina ini, hadirin meminta Mbak Unik cerita tentang pengalamannya jadi model di acara penganugrahan Srikandi Blogger kemarin. Saya nggak begitu denger, karena lagi pesen spaghetti *ups, sorry ya, Mak, laper banget nih. Perut belum diisi dari pagi.

Sesi berikutnya, perkenalan anggota baru. Ternyata bukan hanya saya yang new comer. Ada 3 orang lagi yang baru pertama kali ikut kopdar. Sementara saya menghabiskan porsi makan siang, yang lain memulai perkenalan dulu. Saya pun kebagian yang terakhir setelah sebelumnya ada Tina dan mak Siti Marfuah. Pas saya mengakhiri perkenalan, datanglah Mbak Archa Bella. Suit…suit…perhatian hadirin pun beralih ke wanita cantik mirip Ashanti itu. Slamet…slamet…saya jadi nggak ditanya macem-macem.

Berhubung waktu sudah sore, saya mengikuti jejak beberapa teman yang pamit pulang duluan. Ya, tahu sendiri kan, perjalanan saya masih panjang. See you later, my new friends! Sungguh, saya ingin mengenal kalian semua lebih dekat. Teh Indari pernah bilang, kalo IIDN Semarang itu korwil paling aktif, ada pertemuan rutin setiap bulan. Ya, harus saya akui mereka semua aktif dan produktif. Semoga setelah kumpul dengan mereka, saya bisa ketularan kedua sifat itu.

yg tengah inilah pembicaranya
foto dulu maaak sblm pulang




Rabu, 20 November 2013

Launching Buku “101 Perempuan Berkisah”

11.40 1 Comments
Tahun 2012 lalu, sebenarnya saya sudah bersumpah (dalam hati), bahwa saya tidak akan menulis buku antologi. Kecuali yang mengadakan penerbit keren. Bukan apa-apa, saya pengin naik kelas jadi penulis solo *tsahh…Tapi hati saya luluh juga saat ada proyek menulis untuk charity. Tujuannya untuk membantu kaum perempuan marginal, lagi. Langsung saja saya tunjuk tangan, ikuuut…

Tulisan opini saya yang dikumpulkan pada panitia, bersama dengan puisi, cerpen, dan kisah inspiratif karya 101 perempuan lainnya, akhirnya menjadi wujud buku di tahun 2013. Memang bukan perkara mudah, mengumpukan 101 macam tulisan dengan beragam tema dan bentuk. Yang paling pusing tentu editornya, si penulis buku serial Detektif Imai, Mbak Diah P Rinni. Eh, tapi dia kan dah pengalaman lama jadi editor. Jadi katanya prosesnya hanya satu bulan saja *prok…prok…prok…good job, Mbak Di.

Acara launching buku berjudul “101 Perempuan Berkisah” pun digelar hari Sabtu, 16 November 2013. Bertempat di resto Rempah Iting, Jl. Sunda no.7, samping Plaza Sarinah, Thamrin, yang letaknya agak masuk ke dalam. Tepatnya di belakang Harvest. Meski agak masuk, tapi suasananya cozy banget. Begitu masuk nuansa pink sangat terasa. Bayangkan backdrop warna pink, sampul buku pink, kaus yang dipakai hadirin juga pink.
sebelum acara dimulai, foto2 dulu

penampakan buku "101 Perempuan Berkisah"


Meski bintang tamu, Oki Setiana Dewi, batal hadir karena acara khitbah, tak mengurangi kemeriahan acara launching itu. Jam 11 acara dimulai dengan sambutan dari ketua panitia, Mbak Dwi Wuryan, dilanjutkan dengan bedah buku oleh ketua WSC, Mbak Deka Amalia, wakilnya, Mbak Ade, dan Mbak Diah selaku editor. Mendengar cerita di balik kelahiran buku “101 Perempuan Berkisah” itu memang tidak segampang membalikkan tangan. Tak heran buku itu prosesnya memakan waktu 1 tahun.

Buku itu sengaja diterbitkan secara indi, dengan berbagai pertimbangan. Panitia menjual buku setebal 375 halaman itu seharga Rp 79.000 dan seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk proyek charity. Rencananya di hari Ibu nanti, WSC akan mengadakan bakti sosial pada perempuan marginal di Jakarta. Jadi acara launching ini baru langka awal menuju ke sana. Usai bedah buku, Mbak Tris Anova membacakan puisi karya Mbak Deka Amalia yang ada di buku itu.



Jam 12.00 sampai jam 13.00 acaranya ishoma. Resto Rempah Iting menjadi sponsor dengan menyediakan makan siang dengan menu nasi bakar iga. Wow, rempahnya terasa banget.Habis makan dilanjut dengan sholat Dzuhur. Mushola yang letaknya di seberang resto, membuat saya sadar kalau di luar ternyata hujan. Itulah yang menyebabkan saya terkantuk-kantuk di sesi berikutnya *penyakit lama, kalo habis makan pasti kenyang dan ngantuk.

Gimana nggak ngantuk, acara berikutnya adalah pesan-pesan sponsor. Alias satu per satu pihak sponsor mempromosikan produknya, mulai dari bank, asuransi, produk kecantikan, sampai CD lagu anak-anak. Makanya ketika ada sesi kuis, saya sama sekali tidak berminat. Pikiran saya sudah ke rumah, mengingat tadi pagi Nabil sudah menghitung berapa jam saya berada di luar rumah. Maafkan Ummi ya, Nak, kalau terlalu lama meninggalkanmu.


Akhirnya, jam 14.00 saya dan beberapa teman di sebelah, pamit pada panitia. Maaf ya, saya mendahului, saya sudah terlalu lama meninggalkan rumah, dari jam 08.00 loh. Tadi Nabil sudah menghitung, ”Jadi Ummi perginya 6 jam, ya?” Wah, kalau ditambah waktu nunggu dan naik Trans Jakarta, jadi lebih deh. Tapi, yang pasti hari ini saya senang, sudah bersilaturrahmi dengan teman-teman WSC, tambah ilmu, dan tambah teman. Ini salah satu cara “me time” versi saya. Semoga masih ada kesempatan untuk bertemu lagi di acara berikutnya.
foto bareng di akhir acara
secuil aku