Kamis, 03 Agustus 2017

Taman Gajah Mada, Siang Itu

15.22 8 Comments
Ahhh, satu lagi ruang terbuka hijau dibangun di Kota Kendal tercinta. Namanya Taman Gajah Mada, letaknya di Jalan Karang Kembang, di belakang Kantor Kelurahan Karangsari, tepatnya. Bagi orang Kendal angkatan lama seperti saya, pasti ingat, beberapa puluh tahun lalu ada Gedung Bioskop Gajah Mada di sekitar lokasi itu. Upss...ketahuan kalo saya angkatan 45 * buru-buru umpetin KTP.

Saya pribadi belum pernah menginjakkan kaki ke sana. Sampai akhirnya teman-teman dari Komunitas Kendal Crafter yang saya dirikan, ngajak ngadain pertemuan bulanan di sana. Mungkin mereka mulai bosan, kok pertemuan bulanan di dalam rumah terus. Sekali-sekali di tempat terbuka dong, Mak. Oke...oke...sebagai Emak yang baik saya turuti keinginan teman-teman kesayangan.

Akhirnya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Kita janjian ketemuan jam 10, saat matahari lagi terik- teriknya. Ada 3 buah gazebo di taman itu yang cukup buat ngumpul 20 orang. Eh, ada yang bela-belain datang lebih awal demi dapetin gazebo. Ah, makasih banget ya, Mbak-mbak Cantik. Akhirnya kita bisa dapetin tempat buat rumpi-rumpi cantik.

Jelang jam 11 semua dah pada ngumpul. Acara pun dimulai, dimulai dari yang agak serius sampai akhirnya yang bikin ketawa bahagia. Pertemuan bulanan bagi kami adalah sarana refreshing dari kegiatan harian rutin selama sebulan. Ada yang berprofesi sebagai guru, paramedis, ada yang full ngecraft, ada juga yang serabutan kayak saya, hehehe...Saat ketemu inilah kita bisa ngobrol soal craft dari A sampai Z. Seru pokoknya.







Kali ini saya nggak akan membahas acara itu karena sudah saya posting di tempat lain. Saya hanya ingin sedikit membahas tentang Taman Gajah Mada itu. Inilah fakta tentang Taman Gajah Mada versi kaca mata saya:
1. Tempatnya panas karena pohonnya belum tinggi-tinggi, maklum kan baru dibuat tahun 2015
2. Sering dipakai buat pacaran anak-anak muda. Ini siang hari lho, gimana kalo malam hari ya
3. PKL di seberang taman tidak tertata rapi. Bangunan warung yang mereka buat terkesan asal-asalan
4. Dulu di awal berdiri ada fasilitas wifi, sekarang nggak ada
5. Jalan masuk menuju ke sana masih kurang mulus

Himbauan saya, buat warga Kendal yang menikmati Taman Gajah Mada, yuk bareng-bareng kita jaga semua fasilitas yang ada. Kalo buat Penda, tolong dirawat terus ya...Jangan sampai nasibnya sama dengan Taman Kali Reyeng yang dulu bagus sekarang seperti nggak terurus. Rumputnya tinggi-tinggi, beberapa bangunan rusak, dan sering dipakai untuk pacaran kalo malam. Naudzubillah, tidak akan berkah tempat yang dipakai buat begituan.


#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Rabu, 02 Agustus 2017

Yuk, Daftar Ibadah Haji

18.02 6 Comments
Hari ini tetangga persis sebelah rumah berangkat naik haji. Beberapa pekan  yang lalu kami bertiga (rumah kami memang nyelip bertiga) sempat ngerumpi cantik.
“Wah, Bu, anginnya kayaknya dari timur ke barat nih.’
Maksudnya, rumah paling timur sudah memunaikan ibadah haji 3 tahun yang lalu. Lanjut, rumah yang tengah berangkat tahun ini. Habis itu? Ya, rumah saya dong.
“Ehm, saya insya Allah sudah daftar, Bu. Cuma, kata petugas bank, kami berangkatnya kurang lebih 15 tahun lagi.”
Wow...15 tahun lagi? Umur saya 60 tahun dong. Sudahlah, serahkan semuanya pada Allah. Itu kan katanya sistem yang dibuat manusia. Kalau Allah berkehendak, bisa saja saya dan suami berangkat tahun depan. Tolong Aamiin-kan ya...

Oh, ya, bagi yang belum mendaftar ibadah haji, yuk segera buka rekening tabungan haji. Nggak usah ditunda-tunda, karena kita nggak tahu kapan berangkatnya. Berikut ini saya share cara buka rekening haji, berdasarkan pengalaman pribadi :
~ Datang ke kantor Bank Syariah terdekat di sekitar Anda. Yang bisa melayani tabungan haji hanya bank syariah ya, bukan bank konvensional. Awal tahun 2014 saya buka tabungan haji di BNI, tapi ketika saya mau nambah saldo di tahun 2015, oleh pegawai bank disuruh nutup rekening dan pindahin ke bank syariah. Saya pilih Bank Syariah Mandiri (BSM) karena lokasinya dekat rumah.
~ siapkan fotokopi KTP Anda dan pasangan (bila sudah punya pasangan)
~ siapkan juga uang untuk buka rekening. Saldo pertama bisa ditanyakan petugas, tapi waktu saya dulu buka 500 ribu rupiah
~ tunggu diproses sampai buku tabungan haji jadi

Nah, kalo saldo tabungan sudah mencapai 26 juta, kita berhak mendapatkan jatah untuk haji reguler. CS bank akan meminta kita datang ke Kantor Departemen Agama (Depag) mengurus persyaratan untuk mendapat kursi. Jadi nanti uang yang 25 juta dipindahkan ke rekening haji di Depag Pusat, sementara yang 1 juta masih tetap di rekening kita sambil menunggu sisa pelunasan.

Di Depag, kita akan diminta menyiapkan beberapa persyaratan untuk melengkapi berkas, diantaranya:
~ fotokopi KTP
~ foto 3x4 sebanyak 8 lembar
~ foto 4x6 sebanyak 2 lembar
Syarat foto: background putih, kepala tampak 80 % dari keseluruhan foto, tidak memakai kacamata, tidak memakai seragam dinas. Tambahan bagi pria: tidak memakai penutup kepala dan baju putih
Untuk wanita: tidak memakai jilbab warna putih.
~ surat keterangan sehat dari Dokter Puskesmas terdekat. Kita akan diambil darah dan urine untuk tes laborat. Hanya butuh waktu beberapa jam kita akan bisa mendapatkan hasilnya.
~ materai 6.000

Kalo sudah komplit segera bawa kembali ke Depag untuk mendapatkan nomer SPPH. Dari nomer itu kita bisa mengecek via online kapan kita akan berangkat. Terakhir, kita ke kantor bank untuk mendapatkan bukti setoran haji ke pusat. Dan kita akan melihat saldo tabungan kita berkurang 25 juta.


Bagaimana, masih mau menunda mendaftar haji? Jangan dong... Abaikan saja isu tentang carut marut sistem dan penggunaan dana haji. Yang penting niatkan dalam hati, kita ingin melaksanakan rukun Islam ke-5, hanya karena Allah. Innama a’malu binniyat. Semoga Allah mencatat niat baik kita sebagai amal dan pemberat timbangan di akhirat nanti. Tak lupa berdoa semoga ada penambahan kuota haji tiap tahun sehingga kita tidak perlu menunggu sampai 10-20 tahun lagi untuk berangkat.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Selasa, 01 Agustus 2017

One Day One Post, Siapa Takut?

19.47 1 Comments
Hal pertama yang saya pelajari setelah resign dari kerja kantoran tahun 2010 adalah: belajar nulis. Jangan tanya kenapa, lha wong saya sendiri nggak tau alasannya. Saya bener-bener memulai dari nol besar. Belajarnya nggak tanggung-tanggung, sama Mbak Asma Nadia. Bukan sok keren, tapi pas browsing tentang workshop menulis, yang muncul kok WS-nya Mbak Asma. Yasudah, dari Halim saya (yang notabene pendatang baru belantara ibukota) bela-belain naik taxi sampai Depok demi menimba ilmu dengan beliau.

Bertahun-tahun kemudian, kemampuan nulis saya nggak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Bahkan, pernah ada temen yang komen tulisan saya garing, hiks...Yaudah lah, saya harus menerima kenyataan bahwa saya nggak berbakat nulis, bakat saya ternyata bikin kerajinan tangan alias crafting. Tapi harus saya akui, ilmu yang saya dapatkan dari hasil mengikuti berbagai WS nulis banyak manfaatnya. Dan prestasi yang berhasil saya raih adalah berhasil menelurkan satu buku craft. Walaupun belum ada tanda-tanda muncul buku kedua, saya tetap semangat terus berusaha.

Soal blog, saya yang minta tolong putri sulung saya untuk membuatkan. Itu gara-gara suatu hari saya bertemu dengan Emak-emak smart dari Komunitas Emak Blogger (KEB) di sebuah acara Tabloid Nova tahun 2012. Saking penasarannya, sampe rumah saya browsing tentang KEB. Wow...keren nih, Emak-emak punya hobi nulis di blog, tulisannya keren-keren, lagi. Saya langsung pengen niru, nulis-nulis curahan hati semacam diary gitu, hehehe...

Tapi sayang seribu sayang, rasa malas dan nggak pinter ngatur waktu, membuat blog saya akhirnya terbengkelai dan dipenuhi sarang laba-laba. Makanya ketika Blogger Muslimah ngadain challenge One Day One Post, saya langsung ikutan. Motivasinya adalah:
~ untuk mengatasi rasa malas nulis saya yang sudah tingkat tinggi
~ pada dasarnya saya tuh suka tantangan. Bulan April lalu saya menantang diri saya sendiri dengan bikin program 30 hari berkreasi. Yaitu selama 30 hari harus bikin kreasi craft dan diposting di Instagram lapak jualan saya: @nafasouvenir. Hasilnya? Saya hanya mampu posting selama 21 hari berturut-turut, hehehe...Semoga tantangan kali ini bisa full 31 hari.
~ menulis itu sudah dilakukan oleh para ulama jaman dulu. Bayangkan bagaimana para penghafal hadist itu menuliskan hafalannya pada lembaran kulit dan media lainnya dalam kondisi penerangan yang seadanya. Harusnya, saya yang hidup di jaman yang serba mudah ini, nggak boleh kalah dengan mereka. Seperti kata Ali bin Abi Thalib, “ Ikatlah ilmu dengan tulisan” maka sebaiknya apa yang kita ketahui dan kita pelajari ya ditulis. Biar tidak hilang seperti debu yang beterbangan dihempas angin. Bahkan ada temen yang bilang, membaca dan menulis itu wajib hukumnya bagi semua muslim dan muslimah. Wallahu a’lam bishawab.

Oke, akhirnya dengan mengucap: Bismillah...saya terima tantangan Blogger Muslimah untuk menulis blog One Day One Post selama bulan Agustus 2017. Bagaimana para saksi? Mohon doanya aja ya...



#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Senin, 24 Juli 2017

Bazar Bareng KC di Festival Produk Unggulan Daerah

12.18 0 Comments
Jelang hari ulang tahun kota Kendal ke-412, Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kendal mengadakan acara Festival Produk Unggulan Daerah. Acara berlangsung mulai tanggal 21-23 Juli 2017, di lapangan alun-alun Kendal. Selama 3 hari itu banyak kegiatan yg diadakan panitia, diantaranya donor darah, bazar produk UMKM Kendal, lomba business plan, lomba mewarnai batik untuk anak Paud, dan lomba senam aerobik.


Sebagai anggota Paguyuban UMKM Kendal, saya mendapat tawaran untuk mengisi bazar. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu, saya langsung mengumumkan di grup komunitas yang saya dirikan, Kendal Crafter (KC). Maka bersama teman-teman KC, kami pun menyiapkan hasil kreasi tangan kami sekaligus perlengkapan bazar.

Oh ya, selama satu tahun terakhir, kami tidak pernah mengikuti bazar, terutama yang disponsori pihak Pemda. Bahkan tahun 2017 ini kami tidak ikut Inacraft seperti 2 tahun sebelumnya. Entahlah, sejak pergantian Bupati, juga kepala dinas dan kepala bidang, kami tidak pernah dicolek untuk ikut bazar dan pameran.

Alhamdulillah, selama bazar produk kami masih diminati para pengunjung acara. Oh ya, di lapangan alun-alun selain panggung utama, ada stand bazar bagi pelaku UMKM se-Kabupaten Kendal, dan stand tenda kerucut. Nah, di dalam tenda kerucut putih itu, ada 2 meja yang berisi peserta lomba business plan perwakilan dari tiap kecamatan. Satu meja berisi produk makanan/minuman, meja satunya produk kerajinan.



Jadi niat panitia memang ingin mencari produk unggulan daerah yang bisa dijadikan ikon Kabupaten Kendal. Sejak awal Ibu Bupati Mirna Anisa memang ingin menjadikan Kendal sebagai Permata Pantura. Nah, tapi sampai saat ini saya dan mungkin sebagian warga Kendal selalu bingung bila ditanya apa sih oleh-oleh khas Kendal atau apa sih yang terkenal dari Kendal. Hmmm...apa ya?

Semoga hasil lomba business plan nanti bisa memunculkan ikon baru Kabupaten Kendal. Oh ya, saya sempat jalan-jalan keluar masuk tenda kerucut itu. Ada beberapa produk yang saya ingat, bahkan sempat saya cicipi testernya. Yang kuliner ada abon ayam, olahan bandeng, sirup jahe, roll cake batik, dan jus jambu. Sementara kerajinan ada batik, kreasi dari paralon, dan kreasi dari kain perca.

Oh ya, salah satu anggota KC, Lilly ikut lomba business plan secara independent; tidak mewakili kecamatan seperti peserta lainnya. Kreasi wire-nya memang cantik dan unik. Denger bisik-bisik, katanya Lilly Handmade pemenang pertama dari kategori kerajinan. Pengumuman resmi nanti pas resepsi ulah tahun Kota Kendal tanggal 28 juli 2017. Semoga kabar itu benar. Sebagai Emaknya saya tentu bangga dong.

Apa pun hasilnya, sebagai pelaku UKM saya senang dengan diadakannya acara ini. Semoga setelah ini akan sering ada acara yang menampilkan produk-produk UKM Kendal, sehingga UKM terangkat posisinya.

mejeng di pintu masuk acara

SPG hari terakhir

SPG hari Sabtu

foto bareng Bu Mirna di depan stand


 
penjaga X banner hihihi...

Jumat, 14 Juli 2017

Menikmat Ikan Bakar di Kampoeng Rawa

08.43 0 Comments
Bila melewati jalan arteri Ambarawa menuju Jogja, kita akan menjumpai plang yang menunjukkan kawasan wisata apung Kampoeng Rawa. Tepatnya di Jalan Lingkar Ambarawa KM 03 Kec. Ambarawa, Kabupaten Semarang. Untuk mencapai lokasi kita harus melewati jalan beberapa meter dulu dari jalan raya. Dan dengan membayar uang parkir 15 ribu/ mobil, kita akan dipersilakan masuk.


Apa saja sih yang bisa nikmati di sana? Banyak...mancing ikan, terapi ikan, permainan anak-anak, atau mau naik perahu menikmati Rawa Pening juga bisa. Itu yang saya lakukan sesaat setelah tiba di lokasi. Cukup bayar 100 ribu untuk sewa satu perahu, yang bisa dinaiki 8 orang dewasa. Lumayan lama lho perjalanannya, sekitar 15 menit. Di tengah rawa kita bisa melihat karamba, orang sedang memanen ikan, juga tanaman eceng gondok. Kawasan itu merupakan daerah OVOP ( one village one product), dengan produk andalan ikan nila.




pemandangan di tengah rawa

Oh ya, kunjungan saya hari itu dalam rangka Halal Bihalal RT tempat tinggal saya. Jadi saya datang bersama rombongan orang sekomplek. Panitia memesan pendopo ageng Dewi Tara yang bisa menampung 200 orang untuk acara itu. Dengan uang sewa 750 ribu selama 4 jam dari jam 10 sampai jam 14. Padahal kami tiba di sana jam 8, jadi sambil menunggu waktu, kami naik perahu dan menikmati pemandangan yang ada.

Saya sempat meninjau rumah makan apung. Untuk mencapainya harus naik semacam perahu tambang yang dijalankan petugas. Semua ruang makan berada di atas air, di bawahnya dipasang drum-drum plastik, dan jalan antar dangau ada jembatan kayu. Saya menyebutnya jembatan goyang, karena kalo ada yang melewati di atasnya (apalagi orangnya padat berisi) jembatannya jadi goyang-goyang, rada ngeri euy...

fokus ke hiasan kukusannya ya...

jembatan goyang

jembatan tambang

Oh ya , ada beberapa meeting room yang bisa kita pesan bila ingin mengadakan acara di sana. Selain Pendopo Ageng Dewi Tara, ada Hall Apung ( muat 250 orang, sewa 500 ribu), Joglo Alit Kumambang (lesehan 70 orang, sewa 400 ribu), Lesehan Arjuna dan Semar ( lesehan 25 orang, sewa200 ribu). Info komplit tentang menu dan lain-lain, silakan dilihat di www.kampoengrawa.com aja ya...

Tepat jam 10, acara halal bihalal dimulai. Semua warga duduk lesehan di pendopo khusyuk mengikuti acara sambil menikmati bekal yang disiapkan ibu-ibu. Ada rujak, kerupuk goreng pasir, dan cemilan ringan seperti keripik. Usai mendengar tausiyah, tibalah saat makan siang. Wow...menunya nasi, ayam bakar, ikan bakar, oseng genjer, trancam, tempe tahu, sambel lalapan, dan kerupuk. Minumannya ada teh dan air mineral botol. Nikmat sekali makan bareng-bareng kayak gini. Saya pilih ikan bakar dan trancam...saat mo nambah trancam dan oseng genjer, wah...sudah habis tak bersisa. Kata ibu-ibu, oseng genjernya enak. Duh, jadi tambah penasaran...

Jangan komen no photo= hoax ya, maklum udara di sana dingin, bikin perut cepet empty. Jadi begitu tutup makanan dibuka oleh Mas-mas pramusaji, dalam hitungan menit meja prasmanan bersih tak bersisa. Hehehe...nggak ding, masih ada sisa ikan bakar jatah yang batal hadir, termasuk anak-anak saya. Adzan Dhuhur terdengar sesaat setelah kami usia santap siang. Sebagian warga ada yang pamit pulang duluan karena ada acara lain. Sebagian lainnya langsung menuju mushola, yang lagi-lagi melewati jembatan goyang, hehehe...Saya pilih duduk-duduk sebentar, biar makanannya turun * alasan nggak mutu.


Nah, setelah sholat Dhuhur, barulah saya dan rombongan semobil pulang. Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan? Alhamdulillah, untuk keseruan hari ini, semoga ada kesempatan jalan-jalan lagi bareng tetangga komplek, biar menambah kerukunan dan keharmonisan.

para lelaki

para emak2

sambutan ketua panitia

salam2an dulu yuk

maaf lahir batin ya...

trio macan (emak cantik), mekso...

Kamis, 06 Juli 2017

Nongkrong Asyik di Hokben Paragon

02.33 0 Comments
Pagi-pagi saya dan Nyi PD dengan dress code merah, dah nongkrong cantik di Hokben Paragon. Demi apah coba? Jadi gini, pagi itu, Komunitas Blogger Gandjel Rel dapet undangan dari Pihak Hokben Pusat untuk mengikuti workshop Shibori sekaligus pengenalan menu baru di Hokben.

serunya pasukan merah2

Acara dimulai sekitar jam 9.30 dengan penjelasan dari Mbak Irma Wulansari selaku Marcomm Hokben. Beliau menerangkan panjang lebar sejarah berdirinya Hokben sejak pertama berdiri sampai sekarang. Jadi sejak Maret 2017, Hokben melaunching menu baru yang disebut Tokyo Bites. Isinya cemilan ringan seperti takoyaki, shumay, tori popcorn, dan edamame. Mereka ingin menghapus image bahwa Hokben hanya berisi makan berat. Hokben sekarang bisa jadi tempat nongkrong yang asyik loh, Gaes.

mbak Irma in action

Nah dalam kesempatan ini, kami diperkenalkan produk baru Hokben itu sekaligus boleh foto-foto makanan yang disediakan. Maka sesi berikutnya adalah foto produk. Semua terlihat sibuk jepret sana sini. Karena ada beberapa lomba yang diadakan di acara siang ini, mulai livetweet, livegram, sampai lomba blog. Tahu sendiri kan, tanpa foto tulisan sebagus apa pun nggak cetar membahana.

lg serius foto2 produk

Beres foto-foto, sesi berikutnya adalah belajar Shibori bareng Seratan Studio. Hmmm...bentuknya kayak batik jumputan gitu ya? Jumputan ala Jepang kali nama tepatnya, hihihi...Sekitar 1 jam proses kami belajar Shibori. Mulai dari mencetak pola dari kayu dan karet gelang di kain, mencelup kain di cairan garam dan pewarna, mendiamkan sejenak, dan yang paling mendebarkan...saat membuka satu per satu ikatan dan cetakan kayu. Tara...hasilnya bagus-bagus semua dan nggak ada yang sama. Unik pokoknya.

mbak Deya njelasin ttg Shibori

celup...celup...

simple kayak yg bikin


mbak Unik dan karyanya

Sambil nunggu kain yang dijemur kering, kita makan siang dulu. Aseeek...benar-benar gratis, tinggal nuker kupon yang dibagikan panitia di awal acara. Sebelum bubar, di acara penutupan diumumkan pemenang livetweet dan livegram terbaik. Juga yang hasil Shiborinya paling cantik dan unik. Shibori punya Mbak Unik dan Mbak Dhini emang juara...

ini menu maksi saya

Sebelum pulang, foto bersama dulu di depan gerai Hokben Paragon. Sampai jumpa lagi di acara seru lainnya ya, Emak-emak Cantik...




Selasa, 13 Juni 2017

Panen Pahala dengan Memberi Makan Orang Puasa

14.48 0 Comments
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”

Ceramah Ustadz Khalid Basalamah tentang pahala memberi makan pada orang puasa seperti sentilan buat saya. Apalagi ditambah cerita pengalaman pribadi beliau saat pertama kali menjalani Ramadhan di Masjidil Haram. Beliau bingung dengan adanya sekelompok orang yang berdiri membelakangi masjid. Mereka memeluk dan memaksa orang yang datang untuk duduk di tempat yang ditunjukkan.

Ternyata di tempat itu sudah tersedia aneka makanan seperti roti, yogurt, pisang, kurma, dan lainnya. Untuk bisa dapat “kapling” sana, orang-orang lokal itu harus pesen dulu jauh-jauh hari, nggak bisa orang pengin bagi takjil mendadak. Ah, ternyata saya mendapatkan foto dari Google yang bisa menggambarkan cerita Ustadz KHB itu.

suasana jelang buka puasa


Hadist itu shahih, bahkan Khalifah Umar bin Khattab pernah saking inginnya membuka puasakan rakyatnya, memberi rakyatnya “hanya” dengan segelas air zam-zam. Kondisi saat itu Ramadhan sudah mau habis, sementara itu beliau tidak punya apa-apa. Karena tahu pahalanya, maka beliau berusaha semampunya. Masya Allah...

Setelah tahu pahala memberi makan orang puasa, trus saya bisa apa? Saya cuma Emak-emak pengurus rumah tangga yang uang sisa belanjanya seribu dua ribu. Maka saya mengajak teman-teman saya dari Komunitas Kendal Crafter untuk patungan ngadain acara bagi-bagi takjil.

Alhamdulillah, Allah memudahkan niat saya, uang pun terkumpul. Pekan pertama, kami laksanakan di hari Jumat yang penuh berkah, 2 Juni 2017. Sayang, cuaca tidak mendukung. Hujan deras mengguyur kota santri, tempat kami akan membagikan takjil. Saya terpaksa minta bantuan yang muda-muda untuk membagikan. Alhamdulillah, mission complete! Semoga hujan ini membawa berkah buat kami, semoga rejeki kami setelah ini turun seperti derasnya hujan senja itu.




Pekan kedua, ada teman dari Komunitas Bukalapak Kendal yang ngajak join. Oke...mereka siapin minuman, kita siapin snack. Kali ini dilaksanakan hari Ahad 11 Juni, di selatan masjid Agung Kendal. Sebanyak 100 takjil kita bagikan rame-rame pada pengguna jalan yang berhenti di lampu merah. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana.


persiapan

mulai bagi2 takjil

dah selesai? foto2 dulu dong...

Demi Allah, saya tidak bermaksud riya’ ketika membuat tulisan ini. Saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dan saya yakini, bahwa ada beberapa keutamaan memberi makan orang puasa.
~ mendapatkan pahala persis sama dengan orang yang kita beri makan, bukan cuma pahala puasanya, tapi pahala dia membaca Al Quran, sholat sunnah, dan amal lainnya.
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”
(H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)
~ mintalah doa pada orang yang kita beri makan itu, karena doa mereka insya Allah makbul.
“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi.”
(H.R. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396)
~ Allah menjanjikan surga bagi yang suka memberi makan orang lain
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lantas seorang Arab Baduwi berdiri sambil bertanya, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan, wahai Rasululullah?
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Kini, masih ada waktu 2 pekan sebelum Ramadhan pergi. Buat teman-teman yang ingin berburu pahala memberi makan orang berpuasa, ayo segerakan. Nggak punya uang? Cukup beli makanan sesuai isi kantong kita, lalu bagikan pada orang lain yang puasa. Bisa tetangga atau orang yang kita temui di jalan. Semoga Allah membalas niat dan amal baik kita semua. Aamiin...


Kendal, 17 Ramadhan 1438 H