Senin, 21 Agustus 2017

Bahagia Di Usia Senja

Saya kenal dengat dengan dua perempuan itu. Tapi keduanya tidak saling kenal dan tinggal di kota yang berbeda. Kedua perempuan itu sering curhat pada saya tentang kondisi rumah tangganya. Yang membuat saya heran, kok bisa mirip ya. Si perempuan masih bekerja di instansi pemerintah. Suaminya sudah pensiun, penderita diabetes, dan sudah bisa menjalankan “tugas” sebagai suami.

Yang jadi masalah, sejak pensiun suami jadi sensitif banget, gampang cemburu. Istri telat pulang kerja atau pergi keluar rumah kelamaan, langsung dimarahi habis-habisan. Bahkan yang bikin saya kaget, ada yang menuduh nyari laki-laki lain, saat pergi lama. Atau ketika ngobrol dengan tukang bangunan sebelah, dituduh selingkuh. Waduh, segitunya.

Saya kenal juga dengan suami kedua perempuan itu. Saat muda dan masih dinas, mereka lelaki yang baik dan sayang anak istri. Makanya saya heran kok sekarang jadi begini ya? Sayangnya saya fakir ilmu tentang penyakit kejiwaan seperti itu. Jadi saya hanya bisa jadi pendengar curhat mereka tanpa bisa memberi solusi. Sabar, ya, Ukhti, ini cobaan hidup kalian.

Kedua perempuan itu masih aktif, termasuk bermedia sosial. Mereka kadang ingin datang reuni dengan teman-teman sekolah. Tapi apa daya, sang suami tidak pernah memberi ijin. Padahal menghadapi kelakuan suami membuat keduanya stress dan ingin keluar sejenak dari urusan rumah. Akhirnya me timenya ya hanya di rumah saja. “Ya, Allah, kenapa cobaanku kok datang di usia senja ya”, keluh mereka.

Keduanya pernah mengalami juga, suaminya marah hingga ingin menceraikan istrinya. Tapi anak-anak mereka yang sudah dewasa langsung melerai. “ Ibu yang sabar ya menghadapi Bapak.”
Saya hanya bisa mengambil pelajaran dari kejadian di depan mata saya itu. Suatu saat kalau ada umur, saya dan suami juga akan menjadi tua. Tapi saya nggak mau mengalami hal seperti itu.


Ada beberapa tips dari para ahli agar kita bisa bahagia di usia senja, diantaranya:
~ sabar, menerima kondisi diri yang berbeda dengan masa muda dulu
~ jaga pola makan
~ tetap berolah raga walau ringan
~ cari kesibukan yang menyenangkan
~ jangan lupa untuk mendekatkan diri pada Allah, perbanyak ibadah sebagai bekal ke kampung akhirat
Doa saya, semoga saat tua nanti, saya bisa menjalaninya dengan tetap bahagia.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

1 komentar:

  1. Kemungkinan mengalami post power syndrom gtu kali ya mbak, jd "iri" sama istri.
    Tapi emang sbg istri kudu sabar dan inget2 kebaikan suami saat dulu masih gagah TFS

    BalasHapus