Selasa, 22 Agustus 2017

Emak Unik

Banyak yang menganggap saya orang aneh. Bahkan melihat saya seperti makhluk luar planet. Itu terjadi saat saya tinggal di sebuah lingkungan militer di Jakarta. Kebanyakan Ibu-ibu di sana keras sekali mendidik anaknya. Kegiatan anak-anak tuh tiap hari belajar di sekolah, sore les ngaji, malam les pelajaran. Sementara saya? Ketiga anak itu saya biarkan sesuka hatinya. Nggak ada yang les pelajaran. Paling setiap hari Ahad ke lapangan tenis dengan Bapaknya.

sabar ya, Nak, punya Emak unik

Saya memang begitu orangnya. Membiarkan anak menikmati masa kecilnya. Saat TK saya nggak memaksa mereka harus bisa baca dan tulis. Mulai SD boleh ikut les, asal jangan les pelajaran. Mending yang sesuai dengan hobi dan minat. Makanya, ketika putri sulung saya pengin les gitar, saya turuti. Bahkan saya tungguin dia belajar di dalam studio, karena yang ngajar laki-laki dan muridnya hanya anak saya.

Ketiga anak saya hanya les pelajaran ketika mereka akan menghadapi ujian, yaitu kelas 6, 9, dan 12. Si sulung saya juga unik. Saat kelas 12 dia nggak mau ikut les, maunya beli program belajar online. Udah gitu, nggak mau berangkat sekolah, maunya belajar sendiri di rumah pake program itu. Saya turuti aja kemauan dia. Karena dia bilang lebih jelas diterangkan komputer daripada dijelaskan gurunya.

Alhamdulillah, si sulung dan si tengah sekarang sudah masuk bangku kuliah. Mereka menuntut ilmu di universitas negeri. Sejak dulu saya selalu ngomong, sukses itu bukan milik orang yang sekolah dan kuliahnya di tempat elit. Bukan milik mereka yang les ini itu. Yang penting ikuti aja semua pelajaran di sekolah. Saya nggak pernah menuntut mereka harus rangking 1. Hasilnya? Dua anak lelaki saya pernah rangking 3 dari bawah di kelasnya, hehehe...

Saya cuek saja bila ada Ibu-ibu yang tanya, anaknya rangking berapa. Saya lihat Ibu-ibu itu seperti kebakaran jenggot bila rangking anaknya jelek. Mereka sering menatap aneh pada saya. Ini Emak kok unik banget, anaknya rangking terakhir kok santai aja. Nggak pernah diikutkan les di guru sekolahnya atau les di tempat lain. Di sana tuh yang ikut les hubungannya akrab banget antara guru, orang tua, dan murid. Bahkan sering dikasih bocoran soal yang bakal keluar saat ulangan nanti.

Ah, tapi itu cerita masa lalu. Sekarang saya sudah balik ke kampung. Di sini kehidupannya nggak sekeras di Jakarta. Dan yang penting, nggak ada yang menatap saya dengan pandangan aneh. Ya, inilah saya, Emak unik yang terbatas sekali ilmunya.

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

1 komentar:

  1. Waaah, saya banget ini mah Mak. Hihi.
    Saya juga enggak pusing tuh kalo anak ranking berapa aja. Yang penting dia happy dan enggak stress, toh pendidikan sekolahannya jalan, tata krama dan moralnya juga kita penuhi.
    :D

    BalasHapus